Mini Toast Merbabu (Bandung)

31 Aug
Toast Merbabu

Toast Merbabu

(inspired by Cindy’s writing)

Terprovokasi oleh tulisan Teh Cindy tentang toko roti Merbabu, saya ikut-ikutan pengen nyobain mini toast-nya (sebenernya di bungkusnya tertulis “toast”, tapi karna kecil, saya sebut mini toast aja yaaaa…) yg kesohor itu. Pucuk dicinta, ulam pun tiba, saya menerima undangan pernikahan dari teman kuliah saya yang masih berdomisili di Bandung. Fully aware dengan resiko bakal ditanya: “Kapan nyusul…?” pada saat datang kondangan nanti, saya nekat berangkat ke Bandung.

Yang saya inget dari review Teh Cindy adalah lokasi Merbabu terletak di Jl. Karang Mulya, di belakang resto Ikan Bakar Cianjur (IBC) cabang Setiabudi. Berhubung ngga pernah merhatiin daerah situ, saya agak-agak lupa, IBC teh bukannya yang seberang STPB (was: NHI)? Begitu ngelewatin Hero Flamboyan, di antara rindangnya pepohonan, saya ngeliat plang ukuran sedang bertuliskan: “Ikan Bakar Cianjur [tanda putar balik] 200m”. Weh, kok puter balik? Apa IBC punya dua cabang di Jl. Setiabudi? Anyway, saya manut saja sama plang itu, toh kalo salah kan tinggal puter balik lagi di Hero Flamboyan.

Hanya beberapa puluh meter sesudah putaran balik, saya sampai di Jl. Karang Mulya. Jalannya sempit, cuma muat 1 mobil dan di ujungnya diberi tonggak agar tidak ada mobil masuk dari sisi lain. Hmmm… bener ngga ya? Kok ngga ada plangnya? Yang ada malah plang Pempek Palembang :p Mengikuti saran Teh Cindy juga, saya menuju IBC, dan cari info ke tukang parkir di sana. Ternyata memang Merbabu terletak di jalan kecil itu, persis di belakang IBC. Setelah memarkir mobil di IBC, saya berjalan menuju Jl. Karang Mulya tadi.

So far so good, saya melihat jajaran rumah penduduk di belakang IBC. Rumah… rumah… rumah… ahh… ada semerbak aroma roti saat saya melewati bangunan yang bentuknya seperti bagian belakang rumah dengan pintu besi berwarna hijau di sisi kiri jalan. Klo di sini belakangnya, di mana depannya ya? Dirunut sampai ke ujung jalan, saya tidak menemukan bagian depan dari “The Mysterious Green Door”, padahal saya haqqul yaqqin klo the door leads to Merbabu. Iseng-iseng saya bertanya sama orang lewat, “Mbak, klo toko roti Merbabu di sebelah mana ya?”. Mbak itu, meski dia bilang orang baru dan belum terlalu kenal daerah situ, menjawab, “Hmm… mungkin di sini ya…” sambil mengajak kami untuk mengikutinya. Ternyata oh ternyata… Merbabu letaknya persis di seberang si pintu hijau!

Dari luar, toko roti ini sama sekali ngga kentara (stealth mode kaleeeee :p). Bener kata Teh Cindy, cuma ada tulisan Buka/Open di depan rumahnya. Begitu saya masuk, saya langsung disambut oleh etalase berisi tumpukan kue-kue siap dibawa pulang (tapi bayar dulu tentunya), bertoples-toples sampel mini toast, serta penjaga (atau pemilik ya?) toko yang super-duper ramah. Si cici langsung menjelaskan roti apa saja yang mereka punya sambil menawarkan saya untuk mencoba sampel mini toastnya. Berhubung perut masih kenyang (d*mn!), saya “cuma” mencoba toast garlic, lemon, dan stroberi. Meski toast lemon dan stroberi-nya yummy, tapi saya, karna ngga begitu suka roti manis, hanya membeli toast garlic, pizza dan keju. Teman saya ikut-ikutan membeli item yang sama, plus bagelen basah, roti manis rasa keju dan sarikaya. Salah satu yang agak disesalkan adalah kami datang jam 12an, padahal kiriman roti segar berikutnya datang jam 2an.

Sesampainya di Jakarta, saya langsung menunjukkan harta karun saya ke orang rumah, tadaaaaa… Yang pertama kami buka adalah toast pizza. Kualitas rotinya tidak perlu dikomentari, renyah banget tapi ngga keras alias lembut di mulut. Satu-satunya kelemahannya, IMHO, adalah sisa-sisa kunyahan yang nyelip di gigi, jadi klo habis makan harus buru-buru kumur-kumur air putih. Tapi saya ngga tau juga, ini karena tekstur rotinya atau tekstur gigi saya yang jarang-jarang :p Aaaaanyway, topping bumbu pizzanya cucok sekali, saus tomatnya ngga terlalu haseum, bumbu-bumbunya nendang di lidah, definitely my favourite among the three.

Toast kejunya klo kata saya mah kurang cheesy. Cuma setelah dipikir-pikir, ngga kebayang juga mau kayak apa jadinya klo segitu dibilang kurang cheesy :p Yang agak mengecewakan malah toast garlic-nya karena keasinan.

Secara keseluruhan, gembolan saya kali ini lumayan sukses merebut hati orang rumah yang biasanya selalu minta dibeliin keripik-keripik-an di Pasar Balubur. A definite must-buy untuk oleh-oleh dari Bandung. Saya perhatikan, toast lagi kondang ya di Bandung? Paling tidak saya menemukannya (dalam bentuk, merk, dan kemasan yang berbeda) di Kedai Timbel Dago dan Toko Roti Bawean. JS Bandung mungkin bisa memberi pencerahan? Oh iya, keesokan harinya ketika saya mampir di Surabi Imut Setiabudi, saya baru nyadar klo yang di depan NHI itu RM Ma’ Uneh, bukan Ikan Bakar Cianjur (hehehehe, jaoh amaaaat :D)

(dari postingnya Teh Cindy)
Merbabu Bread and Cookies
Karang Mulya 8, Setiabudi – Bandung
022- 2034670
Monday – Saturday 8 am – 5 pm
Delivery: Mang Mahmud 08122094149

Advertisements

One Response to “Mini Toast Merbabu (Bandung)”

  1. Dipo Prasetyo 2 October, 2005 at 5:48 am #

    Udah nyoba roti boy? Asyik tuh rempahnya kriuk2 maniez aja… agak mahal, tp sebandinglah…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s