Blenger Burger

3 Jan
Burger Blenger

Burger Blenger

Update: Burger Blenger cabang Tulodong House sudah tutup, tapi cabang lain masih ada

Akibat semangkuk mi rebus yang sayahabiskan pada jam 10, waktu istirahat makan siang saya lewati dengan mendownload komik dan wallpaper gratis dari internet. Meski begitu, penghuni ekosistem dalam perut saya ngga bisa ditipu, mereka menginginkan makan siang yang sesungguhnya untuk menjamin kelangsungan hidup. Dasar saya orangnya baik (baca: nggragas) dan kerjaan saya untuk hari itu sudah selesai, aspirasi arus tengah tersebut langsung saya iyakan dengan buru-buru menelepon partner. Pucuk dicinta ulam tiba, beliau bisa menjemput saya menjelang pukul 3 sore.

Beruntung, partner datang dengan mengendarai motor, karna saya berencana mengajak dia ke kawasan yang dekat dengan area 3-in-1. Target operasi kami kali ini adalah Blenger Burger (BB) yang beberapa kali dibahas di milis yang saya ikuti. Ngga sampai 30 menit dan 2 kali lalu lintas yang padat di lampu merah Pancoran dan Mampang, kami tiba di Tulodong House. Mencari lokasinya pun cukup mudah, tinggal masuk SCBD dari arah Polda Metro Jaya, lalu ikuti jalan ke arah Blok M (Senopati). Ambil tikungan ke kiri setelah JakTV, Tulodong House terletak di sisi kanan jalan, tepat di seberang U-Turn pertama.

Karna kami datang pada jam tanggung, suasana BB masih/sudah sepi. Untung juga sih, jadi ngga perlu ngantri, tapi di sisi lain harus pasrah menerima satu-satunya menu makanan yang masih tersisa yakni Beef Burger. Partner memilih milkshake stroberi dari kios sebelah untuk minumnya, sedang saya mesti puas dengan jus mangga karna jus stroberinya habis.

Makanan dan minuman hadir cukup cepat (ngga nyatet waktunya sih :p) dan pramusajinya lumayan ramah. Beef Burger yang terdiri dari roti, patty daging sapi, selada, tomat, bawang bombay (saya lupa ada timun/pickles-nya atau ngga), ditambah saus dan mustard disajikan dengan garpu dan pisau. Ingatan saya langsung kembali ke beberapa tahun silam ketika memakan home-made burger di Suis Butcher Bandung. Kenapa begitu? Karna itulah terakhir kali saya makan burger dengan peralatan perang lengkap, pertemuan-pertemuan saya dengan burger selanjutnya selalu dalam kondisi to go/take away atau berselimut kertas minyak/lembar aluminum a la resto cepat saji.

Partner agak sangsi melihat tampilan akhir yang berantakan. Sedikit intemezzo, dengan bentuk seperti itu, IMHO, burger BB lebih cocok disajikan tanpa garpu-pisau, cukup diletakkan di atas piring dengan dibungkus kertas dan masing-masing meja disediakan tisu makan yang banyak serta garpu-pisau, sehingga pengunjung boleh memilih makan dengan nature’s tools (yang menurut saya pasti rasanya lebih enak :D) atau menggunakan garpu-pisau. Yah, seperti makan di resto Padang lah, jadi pengunjung ngga diwajibkan untuk makan dengan alat makan. Berbeda dengan burger di Suis Butcher yang (terakhir saya ke sana) tampilannya cantik dan rapi.

Saya dan partner yang ternyata juga belom makan siang “beneran” langsung memotong burger secuil. Gigitan pertama, hmmm… lumayan enak, bisa disejajarkan dengan produk Suis Butcher dan Carl’s Burger (di Bandung juga), serta jauh di atas B*gM*c yang IMHO terlalu MSG-loaded. Patty-nya berukuran sedang dan dibumbui dengan sedang pula, sehingga masih menyisakan banyak ruang bagi aroma dagingnya untuk menari-nari di rongga mulut. Bahan-bahannya bukan dari kualitas no.1, tapi tim R&D BB sukses mengoptimalkannya menjadi hasil akhir yang sensasional. Jika telapak kaki saya bisa mengepal, saya akan memberikan 4 acungan jempol untuk BB! 😀

Milkshake-nya lumayan, jus mangganya kental dan mengenyangkan. Untuk 2 beef burger yang dimakan di tempat, 3 dibungkus, jus mangga dan susu kocok, saya hanya perlu mengeluarkan 62KIDR. Not bad, eh?

Secara keseluruhan, meski tempatnya kecil dan sederhana, tapi BB lumayan nyaman untuk duduk-duduk pada jam yang ngga lazim. Makanan yang enak, harga yang ekonomis, pramusaji yang ramah, yup, I would definitely come back. Oh iya, mungkin lain kali saya akan datang sesudah jam 4 sore, karna saya lihat pada jam segitu mereka melakukan re-stocking material.

 

Blenger Burger
Tulodong House
Jl. Tulodong Atas No. 28
Kawasan SCBD, Jakarta Selatan
Delivery Order, Phone: 081314818253

Harga makanan mulai dari 7.5KIDR (French Fries) sampai 10.5 (Cheese Burger/Dog)
Harga minuman mulai dari 1KIDR (Mineral Water Glass) sampai 8KIDR (Iced Cappuccino)
Di sebelah-sebelahnya juga ada yang jual siomay, nasi bogana, milkshake, dsb.

Advertisements

One Response to “Blenger Burger”

  1. Bayu Amus 3 January, 2006 at 4:20 pm #

    Konon, di cabang Bintaro bisa sampe satu jam nunggu buat pesen… Gimana dengan pilihannya? Ada yang unik-unik?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s