Charlie and the Chocolate Factory

18 May
Charlie and the Chocolate Factory

Istana Cokelat

SPOILER ALERT!

Ceritanya tentang anak kecil miskin bernama Charlie Bucket. Ayah Charlie bekerja di pabrik pasta gigi, dan Charlie tinggal di rumah reyot bersama orangtua serta kakek-neneknya (dari pihak ayah dan ibu, dan semua tidur bersama di atas satu kasur :p). Pada saat yang sama, Willy Wonka pemilik pabrik cokelat Wonka mengadakan sayembara berhadiah tiket emas untuk 5 orang pemenang. Semua orang antusias, karena pabrik Wonka yang terkenal inovatif, sudah lama menutup pintunya akibat adanya mata-mata yang mencuri ide briliannya.

Tentu saja, Charlie yang baik hati beruntung mendapat salah satu tiket emas. Saking baiknya, awalnya Charlie ingin menjual tiket itu, supaya uangnya bisa untuk makan dan membetulkan rumah (ayahnya habis dipecat). Tapi orangtua dan kakek-neneknya (yang juga baik hati) mencegah, dan mereka memaksa Charlie untuk memakai tiket emasnya.

Charlie dan 4 orang pemenang lainnya diundang utk datang ke pabrik Wonka. Meski dari luar keliatan butut, isi pabrik itu lumayan canggih. Ada padang rumput yang terbuat dari permen, sungai dari cokelat susu, berbagai macam mesin pembuat kembang gula yang unik dan keren (beberapa di antaranya cenderung garing, mis. pencambuk sapi untuk mendapatkan Whipped Cream :p), serta beratus-ratus Oompa Loompa yang menjadi pekerja pabrik. Tetapi, semakin lama di sana, semakin banyak keanehan terjadi. Satu-persatu dari 5 anak tadi mulai “tereliminasi” akibat kenakalan masing-masing, sehingga hanya tersisa Charlie (yang baik hati). Akhirnya Charlie mendapatkan hadiah utamanya yaitu menjadi penerus Willy Wonka sebagai pemilik pabrik cokelat.

Filmnya bagus, sangat imajinatif tapi ngga terlalu kekanak-kanakan. Kebrilianan Wonka tergambar jelas, mulai dari mesin-mesin dalam pabrik, berbagai jenis permen yang aneh, istana dari cokelat, sampai lift dari kaca (The Great Glass Elevator, selanjutnya jadi judul sekuel buku CCF). Tapi… Johnny Depp mainnya creepy banget. Kesan yang didapat bukannya Willy Wonka yang misterius (kayak di bukunya), tapi Willy Wonka yang agak “longgar sekrupnya”. Yah, salah sutradaranya juga sih, pake acara ngejelasin background keluarga Wonka yang bikin dia jadi agak miring. Too bad, film yg harusnya entertaining, malah jadi nyeremin klo inget seringainya Willy Wonka.

Hal lain yang juga mengganggu adalah efek khusus untuk kehadiran Oompa Loompa. OK lah, kita tau semua itu yang main cuma 1 orang, dan kita tau mereka pasti pake efek khusus, tapi ngga harus jelek kan? Ekspresi dan gerakan Oompa Loompa itu bener-bener seragam, bahkan sampai tarikan napasnya. Mungkin mereka emang niatnya mau nunjukkin betapa kompaknya Oompa Loompa itu, tapi klo kata saya mah, ujung-ujungnya malah jadi keliatan klo produsennya males usaha.

Anyway, secara overall saya suka film ini. Dari skala 1 – 10, ya 7.5 lah. Film yang sangat menghibur, tapi ttp ninggalin pesan buat diresapi oleh pemirsanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s