The Holy Blood and the Holy Grail

22 Aug
Holy Blood, Holy Grail

Holy Blood, Holy Grail

Waktu Dipo (sowi ya Dip, nama elo gw catut lage :D) saya kasih tau klo saya baru selesai baca buku ini, dia mikirnya saya abis baca novel horor, he3x. The Holy Blood and the Holy Grail (HBHG) sama sekali bukan novel horor, tapi novel dokumenter tentang sejarah Yesus. Awalnya saya tertarik baca waktu filem The DaVinci Code (DVCtm -> the movie) mau diputer di Jakarta, saya pikir sebelum nonton filemnya, pasti lebih afdol klo saya baca novelnya dulu (DVCtb -> the book). As a habit, saya biasa browsing dikit tentang latar belakang buku yg mau saya baca.

Di sebuah situs, saya baca klo DVCtb dituduh nyontek buku HBHG tanpa seijin yang nulis (Michael Baigent dkk.). Wow, pikir saya, buku ini pasti bagus banget karna bisa dicontekin sama novel best-seller kayak DVCtb. Saya jadi lebih tertarik untuk baca HBHG sebelum baca DVCtb (duh, demi mo nonton sebuah filem aja kok persiapannya ribet banget yak :p)

Secara HBHG adalah buku dokumenter, isinya dipaparin dengan gaya bahasa dokumenter juga. Paruh pertama buku ini berisi tentang Knights Templar dan Prior de Sion. Jujur aja, saya bosen banget bacanya. Penuh sama nama-nama yang saya ngga kenal dan kejadian-kejadian yang lebih ngga saya kenal lagi. Selama berminggu-minggu buku ini sempat saya anggurin saking enegnya. Saya juga ngga bisa baca buku lain karna saya tau begitu saya mulai, pasti yang ini terbengkalai. Ha3x, I could multitasks anything but books 😀

Titik cerah mulai muncul waktu saya masuk paruh kedua. Background tentang Prior de Sion memuluskan jalan penulis untuk flashback dan membahas asal-usul Yesus. Di bagian ini, penulis memaparkan hipotesanya tentang Yesus serta hasil riset yg melatarbelakangi hipotesa itu. Beberapa hipotesanya antara lain:
– Yesus adalah seorang Yahudi
– Yesus menikah dengan Maria Magdalena dan punya anak
– Yesus tidak disalib, saat disalib dia diganti oleh orang lain
– Maria Magdalena dan anak Yesus mengungsi ke Perancis, kemudian garis keturunannya bersatu dengan garis keturunan raja-raja Perancis
– Prior de Sion adalah organisasi rahasia yg bertugas menjaga garis keturunan Yesus

Meski hipotesa HBHG didukung oleh fakta, tapi saya pribadi belom puas. Bukti-bukti yg dikumpulin Baigent dkk. masih bersifat bukti ngga langsung, despite hipotesanya sangat masuk akal. Ngga ada bukti langsung misalnya: akta nikah Yesus, akta kelahiran anaknya, testimonial dari sahabat-sahabat Yesus tentang kehidupan pribadi Yesus, bahkan pengakuan Pierre Plantard (-katanya- keturunan Yesus terakhir) tentang asal-usulnya.

Nevertheless, saya jadi makin tertarik untuk membaca lebih jauh tentang sejarah agama. Toh ini memperkaya pengetahuan saya, and the rest is up to me, right?

Gimana dengan DVCtm & DVCtb? In the end, saya ngga sempat nonton DVCtm di bioskop dan DVCtb baru mulai saya baca hari ini :p

(gambar sampul diambil dari hxxp://www.templartreasure.com/baigent.jpeg)

Advertisements

5 Responses to “The Holy Blood and the Holy Grail”

  1. Andrew Mulianto 22 August, 2006 at 2:02 pm #

    Kisah tentang Holy Grail yang paling bagus menurut saya sih di film “Monty Python and The Holly Grail”, Graham Chapman menjadi King Arthur dan John Cleese main jadi Sir Lancellot. Wuih seru dan sangat amat ….lucu

    Like

  2. Andrew Mulianto 22 August, 2006 at 2:11 pm #

    Mengenai Plantard sendiri sbb tentang kepalsuannya:
    Pierre Athanase Marie Plantard (March 18, 1920 – February 3, 2000) was a French draughtsman, best known for being the principal perpetrator of the hoax of the Priory of Sion, which he established to manufacture evidence that he had a legitimate claim to the French throne. This deception later inspired a series of BBC Two documentaries, the 1982 pseudohistory book Holy Blood, Holy Grail and the 2003 novel The Da Vinci Code, among others.

    Jadi isi buku itu sebagian emang gak bisa dipercaya alias tipu2.

    * Paul Smith. Priory of Sion: The Pierre Plantard Archives 1937–1993 The most extensive resource for an exposure of Pierre Plantard as a hoaxer.

    * Massimo Introvigne. Beyond The Da Vinci Code: History and Myth of the Priory of Sion

    * “Priory of Sion”, April 30, 2006 segment on 60 Minutes, produced by Jeanne Langley and narrated by Ed Bradley

    Like

  3. tita Larasati 22 August, 2006 at 3:09 pm #

    Haha setuju Dru, Monty Python emang gak ada matinya. Juga “The Life of Bryan”, satir ttg kehidupan Yesus, duh kocak banget.

    Like

  4. Adinda Erisyanita 22 August, 2006 at 5:27 pm #

    iya ndrew, gw juga baca tentang plantard di wikipedia. he3x, kasian michael baigent dkk dong, sekian taun abis buat research hal yang ternyata hoax.

    Like

  5. Dipo Prasetyo 20 October, 2006 at 7:38 pm #

    hehehe… gapapa ko, makin dicatut makin beken tul ga?… maaf aq belon bikin risensi nya, abiz aga aneh cerita nya… tp gw sependapat bahwa yesus itu mesias, ya nabi isa as… masalah dia punya istri yg muridnya sendiri seorang PSK, atopun punya anak didik iblis, gw jg kurang paham… tp gw sangat yakin kemampuan mukjizat tentang penyembuhan orang sakit…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s