Eragon (The Movie)

18 Dec
Eragon Movie

Eragon (Movie)

Tujuan utama saya buru-buru selesein Eragon (The Novel) adalah buat persiapan nonton filemnya. Waktu masuk pintu depan Planet Hollywood, saya udah bikin janji untuk ngga berharap banyak. Sedikiiit sekali film bioskop yang bisa nyamain bukunya, alih-alih lebih baik. LOTR saya masukkan ke list 1, sedang The Devil Wears Prada masuk list 2 (karna novelnya memang ngga terlalu bagus). Saya cuma minta 70% aja deh, standar yang kayaknya cukup moderate.

Dari awal filem udah keliatan ngga sinkronnya sama buku. Saya awalnya mikir memang strategi ini yang diambil, ngilangin adegan dan karakter yang kurang substansial untuk memangkas durasi. Tapi hasilnya malah kacau balau, cerita yang seharusnya mengalir mulus malah jadi kayak loncat-loncat.

Belom lagi pengejawantahan creatures-nya yang dudulz. Yang menarik cuma Ra’zac, digambarkan seperti mummi tanpa isi, agak beda sama bayangan saya sih, tapi tetep keren. Urgals bentuknya kayak preman: berkepala botak, gigi ngga beraturan, dan mukanya coreng-moreng. Yang lucu malah Shade, sosok Vampire berambut dan bermata merah yang creepy, berubah jadi sejenis Ozzy Osbourne ๐Ÿ˜€

Arya sang elf warrior digambarkan berkuping normal, ngga kayak standar penggambaran Elf yang berkuping a la Kapten Spock. Katanya sih supaya ngga rancu sama Arwen, phuleeeeezzzzzhhhh… Trus gimana dengan Dwarf? Untuk memangkas bujet, Dwarf ditiadakan! Dudulz!!!

Salah satu yang bikin saya suka baca dan nonton filem dari genre fantasi adalah keliaran imajinasi penulis dan sutradara dalam menggambarkan kota dan landmark yang ada. Di Eragon (The Novel), ada kota-benteng Teirm, karang Helgrind, Farthen Dรปr di kawah gunung Beor, serta kota pualam Tronjheim di tengah-tengah Farthen Dรปr dengan Isidar Mithrim, batu safir merah yang menaungi atap chamber utama di Tronjheim. Dalam filem, adakah penggambarannya? None. Just some lousy cave untuk menggantikan Farthen Dรปr.

Overall saya kuciwa beratz. Saya ngga kebayang gimana perasaan Paolini yang novelnya dicabik-cabik oleh filem ini. Saya juga binun, gimana mau bikin sekuelnya klo basis filem pertamanya kayak gitu. My only consolation cuma Saphira, naga perempuan yang digambarkan dengan hasil akhir yang halus oleh tim CGI. Cuma klo pendapat saya pribadi, suara Rachel Weisz terlalu mature untuk naga muda yang -meski dewasa- masih punya sifat kekanak-kanakan juga.

Not recommended deh. Klo udah baca novelnya, you’ll only ruin your imagination.

foto diambil dari hxxp://www.rottentomatoes.com/m/eragon/gallery.php?page=14&size=hires&nopop=1

Advertisements

7 Responses to “Eragon (The Movie)”

  1. Yohanna Elwen 18 December, 2006 at 12:50 pm #

    Ahahahahahaha!! Jauh lebih sadis dari gue yang masih kasih 3 bintang deh ih, demi CGI-nya Saphira yang lumayan bagus dan baby Saphira yang bikin pengen miara naga. Hihihi…
    Tapi emang disappointing sih ya.
    Kasihan dik Paolini *tepuk2 pundak Paolini yang terpekur bengong di depan jendela kamarnya, bingung kok film-nya jelek bener*
    Hayo, baca HDM aja lah, buat antidot ๐Ÿ˜›

    Like

  2. Adinda Erisyanita 18 December, 2006 at 4:45 pm #

    Hehehehe, awalnya malah gw mau ngasih *, tapi berhubung saphira-nya irresistable, naik deh jadi ** ๐Ÿ™‚

    Like

  3. Dipo Prasetyo 19 December, 2006 at 6:38 am #

    Oo… saphiranya pake CGI ya?? Pantesan ko kayaknya familiar bgt… gw pribadi seh tetep kasih ***… ***** cm khusus buat LOTR aja….

    Like

  4. cyapila cantik 25 March, 2007 at 1:56 pm #

    bener….

    gak ada setengah bintang ya? ๐Ÿ˜›
    padahal dah dibela2in nonton di 21
    *baru separo jalan me udah pengen pulang aja cuma keinget tiketnya sayang kan… wkekekeke

    Like

  5. Adinda Erisyanita 25 March, 2007 at 8:57 pm #

    ikutin saran Yohanna tuh, baca HDM aja buat pelipur lara ๐Ÿ˜€

    Like

  6. cyapila cantik 25 March, 2007 at 9:01 pm #

    HDM apaan yak? ๐Ÿ˜€

    Like

  7. Adinda Erisyanita 25 March, 2007 at 11:51 pm #

    His Dark Materials itu buku fiksi-fantasi bikinan Philip Pullman. Versi layar lebarnya lagi dibikin, yang main Nicole Kidman sama Daniel Craig (Casino Royale). Ceritanya seru, tentang dunia paralel yang tiap manusianya punya “demon” dalam bentuk binatang.

    Klo mau baca-baca summarynya bisa liat http://en.wikipedia.org/wiki/His_dark_materials
    Tentang filemnya ada di http://www.rottentomatoes.com/m/his_dark_materials_the_golden_compass/

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s