The Princess Diaries

24 Sep
The Princess Diaries

The Princess Diaries

Saya udah baca 7 buku seri The Princess Diaries (direncanakan bakal terbit sampai jilid 10) dan 1 buku sempilan berjudul Perfect Princess.

Princess Diaries bercerita tentang Mia Thermopolis, gadis biasa yang hidupnya berubah setelah bapak biologisnya (yang ternyata penguasa Genovia, kerajaan kecil dekat Perancis dan Monako) dinyatakan terkena kanker prostat dan tidak mungkin bisa punya anak lagi. Otomatis, Mia menjadi satu-satunya penerus tahta Genovia.

Mia yang cuek, ceroboh, dan pecinta lingkungan harus jadi Princess yang anggun, sopan, dan penuh kompromi. Dalam fase transformasinya ini, Mia “dibantu” oleh Grandmere (nenek) Clarisse, ibunda dari ayah Mia. Clarisse adalah nenek yang unik, hobinya minum Sidecar, mengelus-elus Rommel (anjingnya), dan “menyiksa” Mia 😀 Clarisse juga luar biasa cerdik, dan hampir selalu mendapatkan apa yang dia mau meski dengan cara-cara yang ngga wajar.

Dua karakter utama ini yang menghidupkan tiap novel TPD. Mia adalah gadis yang belum bisa mengaktualisasikan dirinya dengan tepat, jadi dia sering terperangkap pada situasi yang sebenernya dia ngga suka, tapi dia terpaksa harus jalanin karna dia ngga berani nolak. Clarisse sendiri adalah pribadi kuat yang mengajar Mia dengan tangan besi, meski in the end Mia juga yang merasakan dampak positifnya.

Berhubung Mia digambarkan sebagai anak SMA, cerita TPD ngga jauh dari kehidupan sehari-hari Mia di sekolah, serta pasca-sekolah, which is training menjadi Princess yang sesungguhnya dengan mentor Clarisse.

Sebenernya buku ini lumayan menghibur dan lucu, tapi saya pusing bacanya. Penuturannya dibikin kayak diary, jadi kita serasa baca buku hariannya Princess Mia (thus the title). Justru karna itulah saya pusing, karna Mia nulisnya ya gaya nulis remaja. Niatnya mau cerita A, trus di tengah jalan keinget B, jadi dia tulislah tentang B panjang-lebar, habis itu baru balik ke A. Kayak lagi ngobrol sama orang yang seneeeng banget cerita, tapi ceritanya ngga sistematis, pusing kan? Hmmm… jangan-jangan gaya nulis saya kayak gitu juga ya? :p

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s