Little Mosque on the Prairie (TV Series)

30 Apr
Little Mosque on the Prairie

Little Mosque on the Prairie

Saya nemu filem seri ini ngga sengaja, waktu lagi nyari donlodan episod American Idol yang kelewat saya tonton. Judulnya unik, plesetan dari Little House on the Prairie, tapi ngga ada hubungannya kok.

Little Mosque on the Prairie (LMP) adalah serial komedi tentang kehidupan warga Muslim di kota kecil Mercy, Kanada. Jemaah dipimpin oleh Amaar, pengacara dari kota Toronto yang menyadari bahwa panggilan jiwanya adalah berdakwah. Keputusannya mundur dari dunia hukum dan menerima pekerjaan sebagai imam di Mercy ditentang oleh keluarganya.

Adalah seorang kontraktor bernama Yasir yang menyewa sebagian ruangan di Gereja setempat untuk dijadikan kantor. Namun pada prakteknya, ruangan tersebut digunakan untuk sholat berjamaah dan ibadah Muslim lainnya. Untungnya Pendeta Magee yang memimpin gereja adalah orang yang liberal, dan memutuskan untuk mengubah isi kontrak sewa ruangan agar bisa mengakomodasi kebutuhan warga Muslim akan masjid.

Yasir menikah dengan Sarah, wanita Kaukasia yang dulunya jemaat di Gereja Pendeta Magee. Meski telah menjadi muslimah, namun Sarah belum bisa sepenuhnya menerima dan mengikuti ajaran Al-Qur’an dan Hadits. Sebaliknya, Rayyan, putri Yasir dan Sarah adalah dokter yang juga muslimah taat. Rayyan adalah penganut feminisme, tapi dia memilih untuk mengenakan jilbab.

Selain keluarga Yasir yang moderat, ada juga Baber, duda beranak satu yang penganut Islam fanatik. Baber menyebut orang non-Islam sebagai “infidels”. Ketika disuruh menggunakan kata-kata yang lebih sopan oleh Amaar, Baber mengusulkan “heathens”, “crusaders”, “the faithless”, dan “barbarians” 🙂

Lalu ada Fatima, wanita keturunan Nigeria yang berusaha menjalankan syariah Islam sesuai dengan ajaran nenek-moyangnya. Fatima sering beradu mulut dengan Fred, penyiar stasiun radio lokal. Fred sendiri menganggap Islam identik dengan terorisme, dan sering mengangkat konflik yang terjadi di warga Muslim kota Mercy sebagai topik acara radionya.

Karakter-karakter yang berwarna dan dimainkan oleh aktor-aktris multietnis membuat LMP begitu hidup (dan lucu, tentunya). Konflik yang terjadi pun menurut saya sangat membumi, bagaimana jemaah Muslim menjalankan syariahnya, bagaimana bertoleransi terhadap umat agama lain, bagaimana bertoleransi terhadap sesama Muslim yang tidak sepaham, dan lain sebagainya. Di filem ini, tidak ada pihak yang digambarkan “melebihi” pihak lain. Ada orang non-Islam yang berpandangan sempit tentang Islam, ada juga orang Islam yang berpandangan sempit tentang orang non-Islam.

Yang mungkin agak mengganjal untuk sebagian orang adalah bagaimana penuh-komprominya Islam digambarkan dalam LMP. Misalnya, saat menghadapi pro-kontra pemasangan pembatas ruang sholat untuk shaf laki-laki dan perempuan, Amaar memilih memasang pembatas setengahnya: yang pro silakan sholat di bagian yang berpembatas, yang kontra silakan sholat di bagian tanpa pembatas.

Kasus lain adalah tentang Baber yang fanatik. Baber awalnya mengijinkan putrinya Layla tidak memakai jilbab karena belum akil baligh. Namun ketika Layla mendapat haid pertamanya dan memilih menyembunyikan celananya supaya Baber tidak tahu, Baber tidak langsung memaksa Layla memakai kerudung. Belum lagi tentang karakter Yasir – Sarah yang belum sepenuhnya menjalankan syariah Islam (termasuk kebiasaan mempertontonkan kemesraan mereka di muka umum :D).

Secara keseluruhan, saya seneng banget sama serial ini. Tapi saya berharap LMP ngga sampe ditayangin di TV Indonesia. Terlalu berpotensi memicu konflik bow, hehehe…

Gambar diambil dari
hxxp://bp1.blogger.com/_DB-_UQsgo_g/RvqjtGp9hyI/AAAAAAAABHw/WWIejcr1Wjg/s1600-h/mosque.jpg

Advertisements

9 Responses to “Little Mosque on the Prairie (TV Series)”

  1. Bayu Amus 30 April, 2008 at 6:35 pm #

    pernah denger juga soal ini, tapi belon pernah tertarik buat download… jadi kira2 nggakan masuk Indonesia ya? =)

    Like

  2. Dwiriana Setiati 30 April, 2008 at 6:39 pm #

    wah jadi pengen nonton nih din… thank u yahhh…

    btw, kapan yah kedewasaan media bisa ada di Indo… ? ;p

    Like

  3. Adinda Erisyanita 30 April, 2008 at 8:18 pm #

    mudah2an ngga…
    tapi klo masuk pun, pasti umurnya ga panjang 😀

    Like

  4. Adinda Erisyanita 30 April, 2008 at 8:26 pm #

    Hihihi, agama kan isu sensitif Na 🙂

    Like

  5. Fitria Amathonte 30 April, 2008 at 9:19 pm #

    heheh
    ni lucu
    nonton episode pertama aja bikin ngakak

    Like

  6. Adinda Erisyanita 1 May, 2008 at 7:18 am #

    episod-episod berikutnya ngga kalah lucu lho… ^_^
    coba tonton yg tentang rencana pengadaan instruktur renang perempuan (season 1 episod 4 klo ga salah), asli gw ngga berenti ngakak

    Like

  7. Adinda Erisyanita 1 May, 2008 at 7:18 am #

    episod-episod berikutnya ngga kalah lucu lho… ^_^
    coba tonton yg tentang rencana pengadaan instruktur renang perempuan (season 1 episod 4 klo ga salah), asli gw ngga berenti ngakak

    Like

  8. Galuh Andaru 8 March, 2009 at 11:38 am #

    bli dimana dvdnya din?

    Like

  9. Adinda Erisyanita 15 March, 2009 at 7:59 pm #

    gw dulu download di rapidshare

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: