Battle of cireng rujak

4 May

Rujak Cireng v.s. Cireng Borju

Dua-duanya saya beli di pasar kaget minggu pagi depan kampus STEKPI (Kalibata). Harganya 15rb/bungkus, berisi sekitar 15-20 buah cireng. Dari sisi popularitas, yang merk Rujak Cireng (RC) lebih tenar daripada Cireng Borju (CB). Bisa dibilang RC pelopornya lah.

Saat digoreng, adonan RC menghasilkan cireng yang putih mulus dan mengembang, sementara cireng CB gepeng garing seperti bakwan jagung ukuran mini, berwarna putih dengan semburat hijau irisan daun bawang/seledri. Setelah ditiriskan beberapa menit, cireng RC akan mengempis, sementara CB tetap dalam bentuk aslinya.

Mengenai rasanya, cireng RC masuk aliran cireng polos dengan rasa minimalis dan tekstur lembek-kenyal, cocok dimakan dengan cocolan sambal yang sedap. Cireng CB lebih berbumbu, bisa langsung dimakan tanpa cocolan (untuk yang suka aroma bawang putih dan daun bawang/seledri), dan teksturnya lebih garing. Meski begitu, paket CB tetap dikemas dengan sambal rujak yang cukup enak, meski tidak sekental dan sepedas sambal rujak RC.

Saya suka keduanya, karena masing-masing memiliki sensasi berbeda. Tapi kalau boleh memilih, saya lebih suka menggoreng cireng CB, karena cireng RC tepungnya bertebaran, bikin dapur dan minyak penggorengan cepet kotor, hahaha.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: