Mie Aceh Pondok Bangladesh

9 Jun

 

 

Saya pertama kali berkenalan dengan mie aceh belasan tahun yang lalu di kota Bandung, di sebuah warung kecil dekat hotel Sheraton, Dago Atas. Kala itu masakan Aceh belum sepopuler sekarang, mungkin warung itu salah satu yang pertama buka di Bandung. Sejak kecapan pertama, saya langsung jatuh cinta. Mie kok rasanya kayak jamu, tapi bikin nagih, hahaha.

Buat saya, mie aceh yang enak ya seperti itu, rasanya kompleks dan kaya rempah, tapi tetap balance. Sayangnya, kadang mie aceh tergelincir dengan terlalu menonjolkan rasa pedasnya dan menjadi mudah ditebak.

Mie Aceh Pondok Bangladesh masuk kriteria mie aceh idaman saya. Pedas, tapi menawarkan spektrum rasa yang cukup luas. Kalau sudah menyuap, sulit berhenti sampai sendokan terakhir, hahaha. Bahkan teman saya yang tidak doyan pedas, “terpaksa” menyerah pada kekuatan Pondok Bangladesh, dan selalu menghabiskan mie gorengnya sampai tandas. Selain aneka mie dan nasi goreng Aceh, Pondok Bangladesh juga menyediakan roti cane, martabak Aceh, kue timphan, pulut, dan es ketimun.

Untuk mencapai warung ini memang agak tricky karena berada di jalan satu arah. Kalau dari arah Stasiun Pasar Minggu, kita harus jalan terus lalu putar balik dekat Poltangan. Pondok Bangladesh terletak sebelum jalan menuju gereja/SMK Bunda Kandung.

 

Mie Aceh Pondok Bangladesh
Jl. Raya Pasar Minggu no.88
(sebelum Jl. Pertanian 3)

Click to add a blog post for Pondok Bangladesh Rajanya Mie Aceh on Zomato

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: