Battle of Wajik

8 Dec

wajik

Sejak kecil, saya adalah penggemar berat wajik. Kakek (alm.) bahkan punya panggilan sayang “Bapak Wajik”, karena beliau sering membawa wajik untuk saya (dan cucu-cucunya yang lain). Buat yang belum tau, wajik adalah kue yang terbuat dari ketan, santan, dan gula yang dimasak, lalu dicetak dan dipotong-potong berbentuk belah ketupat atau jajaran genjang. Itu sebabnya di kartu remi, bentuk diamond juga disebut dengan wajik. Ibunda (alm.) juga pandai membuat wajik yang enak, tapi mungkin ini subjektif  😀

1. Wajik dari Pastel Ma’ Cik (foto atas kiri)

Walau terkenal sebagai produsen pastel, Ma’ Cik punya aneka pilihan kue tradisional dan modern di gerainya. Beberapa rasanya cukup memuaskan, tapi sisanya sih biasa saja, hehehe. Wajiknya termasuk dalam kategori biasa saja. Empuk dan manisnya sih pas, tapi kadang kita bisa menemukan butiran ketan yang masih keras di dalamnya. Harganya murah (Rp 3,700) dan ukurannya besar, jadi cukup mengenyangkan. dan sakit kalau buat nimpuk maling

2. Wajik dari Monami Bakery (foto bawah kiri & kanan)

Toko kue yang sudah berdiri sejak 30 tahun yang lalu ini punya kue-kue yang enak, harganya masuk akal, dan cabangnya bertebaran di Jakarta dan sekitarnya. Ngga heran kalau Monami ngetop banget di kalangan kantoran maupun rumahan, baik untuk konsumsi meeting maupun arisan. Untuk wajiknya sendiri, teksturnya lembut dan manisnya pas. Seluruh butiran ketannya empuk, ngga ada yang keras. Mereka juga punya pilihan wajik nangka (yang berwarna hijau) dengan aroma pandan dan nangka yang wangi. Kedua-duanya enak, dan dengan harga Rp 3,500 per potong, ukurannya juga pas.

3. Wajik dari Michelle Bakery (foto atas kanan)

Michelle Bakery mungkin ngga terlalu ngetop, karena dia ngga punya cabang di pusat kota Jakarta. Tapi kalau orang Bogor sih biasanya tahu, karena kue-kuenya super enakkk. Begitu buka kemasan wajik Michelle, aroma wangi gula merahnya langsung menyeruak. Rasanya juga ternyata seenak wanginya, lembut dan manisnya pas (mengulang kata ‘manisnya pas’). Tapi beneran deh, wajik ini adalah wajik terenak yang pernah saya makan, dan mungkin mengalahkan enaknya wajik bikinan (alm.) Ibunda. Harganya lebih premium, Rp 5,000 per potong, tapi sangat sesuai dengan rasanya.

Jadi kalau pengen wajik, saya sangat merekomendasikan untuk pesan di Michelle (dan pesan kue-kue Michelle yang lainnya, tentunya). Tapi kalau lokasinya terlalu jauh atau pas lagi main di mal, wajik Monami boleh lah sebagai pelipur lara. Baik wajik biasa (gula merah) maupun wajik nangka-nya sama-sama patoet dipoedjiken.

 

Pastel Ma’ Cik
Jl. Alternatif Cibubur No. 68, Cibubur

Monami Bakery
Plaza Adorama,
Jl. Kemang Raya No. 17, Jakarta Selatan

Michelle Bakery
Jl. Alternatif Cibubur no 9 (Sebelah Cibubur Point), Cibubur

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: