Tag Archives: European

Berlin Döner

20 Sep

berlin-doner

Kedai ini baru buka beberapa bulan yang lalu di Plaza Festival. Posisinya di tengah, dekat gerai roti BreadTalk, bekas dulunya ShareTea berada. Kedai juga berfungsi sebagai dapur untuk menyiapkan pesanan, lalu sisi luarnya diberi kursi-kursi tinggi seperti yang ada di bar (bar stools). Konsepnya memang bukan tempat nongkrong berlama-lama.

Ada pilihan Roti Pita (The Döner) dan Kentang Goreng (The Böx) untuk menemani grilled chicken dan sayurannya. Sayur-sayurannya terdiri dari selada, tomat, kyuri, red cabbage, red onion, dan jalapenos. Untuk pilihan sausnya ada saus garlic, saus yogurt, dan saus pedas. Saya memilih The Böx dengan semua sayuran dan campuran ketiga saus (hehehehe). Rasanya enak. Kentang dan ayamnya dibumbui dulu sebelum dimasak, jadi meresap ke seluruh bagian. Sausnya juga pas asam-gurih-pedasnya. Kalau tidak suka saus yang banjir seperti foto di atas, mintalah staf untuk mengurangi sausnya.

Saya sempat curi-curi dengar, katanya kalau aslinya di Jerman sana, ayamnya dipanggang sampai kering dan teksturnya kriuk-kriuk. Berlin Döner awalnya mengikuti pakem tersebut, tapi ternyata banyak pelanggan yang protes karena ayamnya terlalu kering. Jadi sekarang mereka memilih untuk memanggang tidak sampai kering. Pelanggan bisa memesan versi ayam yang kering jika menginginkannya.
 

Berlin Döner
Plaza Festival lt. UG
Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan

Berlin Doner Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Roaster and Bear (Yogya)

18 Sep

roaster-and-bear

Kafe ini terlihat keren dan sophisticated kalau kita melintasi Jl. Mangkubumi. Awalnya saya pikir harganya agak mahal, apalagi lokasinya di dalam hotel bintang 4. Ternyata cukup terjangkau. Makanan pembuka dimulai dari harga belasan ribu, minuman pun demikian. Untuk makanan utama seperti pasta harganya 30rb-an, sementara pizza 50rb-an. Masih masuk akal lah ya.

Tempatnya enak, nyaman, dan banyak banget area yang instagrammable (silakan googling ‘Roaster and Bear’ deh). Terdiri dari 2 lantai dan dua2nya sama-sama cantik. Lantai bawah menurut saya lebih hangat dan cozy, sementara yang atas lebih trendy. Saya memilih lantai atas biar bisa dapat pemandangan Jl. Mangkubumi. Datang jam nanggung sekitar jam 3 dan tetap rame, hehehe.

Menu di foto adalah Sizzle Bratwurst, yang disajikan dengan kentang tumbuk, kol merah, dan tumisan jamur. Rasa masakannya ternyata not bad at all, meski kentang tumbuknya ngga se-creamy yang saya harapkan. Selalu suka sama resto yang selain tempatnya bagus, makanannya juga enak. Highly recommended, cuma mungkin harus siap mengantri saat kalau akhir pekan dan sekitar jam makan.

 

Roaster and Bear
Hotel Harper Mangkubumi
Jl. Mangkubumi 52, Yogyakarta
Jam buka: 11AM – 11PM

BillieChick

13 Sep

billiechick

BillieChick punya menu yang cukup ekstensif, cocok untuk makan bersama orang-orang yang seleranya berbeda-beda. Kelemahan dari resto seperti ini adalah tidak semua makanannya enak, meski bukannya ngga enak juga. Menurut saya, BillieChick cukup kuat di menu Asia, tapi agak kendor di masakan Italia. Harga makanan dimulai dari 30rb-an untuk makanan pembuka, 40rb-an untuk makanan utama, dan 30rb-an untuk aneka minuman. BillieChick punya beberapa cabang yang tersebar di Jakarta, Magelang, dan Yogyakarta.

Foto di atas adalah Chicken Cordon Bleu, masakan ayam yang diisi keju dan irisan smoked beef, lalu dibalur tepung roti sebelum digoreng. Daging ayamnya cukup tebal, dimasak dengan kematangan yang pas dan tidak kering. Isian kejunya meski tidak meleleh-leleh tapi tetap terasa. Sayang irisan smoked beef-nya kurang banyak, hahahaha. Ayam disajikan dengan sayuran, kentang goreng atau kentang tumbuk (mashed potatoes), dan semangkuk saus coklat yang gurih. Saya memilih kentang tumbuk yang ternyata enak sekali, gurih dan creamy tanpa eneg. Semua disajikan dengan porsi yang banyak dan mengenyangkan. Menu lain yang cukup recommended adalah Tom Yam Noodle dan Oxtail Fried Rice.

 

BillieChick
Kota Kasablanka Lt.UG (Food Society)
Jl. Casablanca Raya, Jakarta Selatan

Billiechick Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Lawangwangi Café (Bandung)

3 Aug

Lawangwangi

Lawangwangi sesungguhnya adalah sebuah galeri, yang salah satu sisinya diubah menjadi kafe. Jadi ketika masuk ke area bangunan, yang pertama akan dijumpai adalah galerinya. Koleksinya menarik, bahkan untuk awam seni seperti saya. Selain menjual benda seni besar seperti lukisan, ada juga barang-barang kecil seperti tas dan pernak-pernik.

Sisi kafenya “berdinding” kaca, jadi pengunjung bisa makan sambil menikmati panorama Bukit Dago yang asri. Di luarnya ada jembatan mirip dermaga kecil yang selalu jadi obyek foto favorit. Interior kafe berisi kursi-kursi dan sofa-sofa yang nyaman, membuat pengunjung betah berlama-lama. Meski kapasitasnya besar, kafe ini selalu penuh saat akhir pekan. Saya datang sekitar jam 3 sore aja ada waiting list.

Makanannya cukup variatif. Ada menu nongkrong seperti nachos dan singkong goreng, sampai makanan berat kayak steak, ayam bakar, maupun pasta. Harga makanan dan minuman sesuai standar kafe, mulai 40rb-an untuk main course dan 20rb-an untuk minumannya. Rasa makanan juga lumayan enak, jadi cukup balance antara suasana kafe, panorama, serta rasa makanan. Definitely will come back again.

 

Lawangwangi Café
Jl. Dago Giri No. 99A – 101, Bandung
Buka setiap hari kecuali senin, 10AM – 10/11PM
http://lawangwangi.com/cafe/

Lawang Wangi Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Toko OEN (Semarang)

9 Feb

image

Saya pertama kali ke sini tahun 2011, dan disambut oleh banner raksasa bertuliskan “75th Anniversary”. Ini artinya Toko Oen sudah berdiri sejak tahun 1936. Saya ngga terlalu banyak berharap sama resto model begini, karena biasanya pelanggannya datang dalam rangka nostalgia masa muda/masa kecil aja. Tapi ternyata saya salah 🙂

Poffertjesnya lembut dan meleleh di mulut, enak dimakan saat panas. Sayang taburan keju dan coklat mesisnya terasa biasa saja. Favorit saya adalah Bistik Lidah yang empuk, juicy, dengan tingkat kematangan yang pas. Jika masih ada ruang di perut, maka harus kudu wajib pesan aneka eskrimnya.

Interior restoran ini bernuansa jadul a la kolonial Belanda. Piano antik, kursi & meja antik, mesin kasir antik, jam antik, dan sebagainya. Bahkan pramusajinya pun berseragam kuno, hahaha. Waktu itu, yang melayani saya dan teman-teman adalah seorang pramusaji tua (mungkin seumuran ayah saya), tetapi masih lincah dan semangat menjelaskan masing-masing menu. Sebagian besar pengunjung sepertinya sudah langganan di sini, dan akrab berbincang dengan staf Toko OEN. Sebuah pengalaman yang mengesankan, makan enak di tempat yang tak kalah enak.

 

Toko OEN
Jl.Pemuda 52, Semarang
Telp.: (024) 354 1683
http://tokooen.com

Catt.: Jika sempat membuka situs resminya, di sana dijelaskan mengenai sejarah Toko OEN Malang yang ternyata kini sudah tidak dikelola oleh keturunan Liem Gien Nio (Oma Oen)

%d bloggers like this: