Tag Archives: now closed

Ramen Ten (Singapore)

21 Apr

Ramen Ten

(update: Ramen Ten cabang Far East Plaza sudah tutup)

Saya tertarik makan di sini karena claimnya sebagai ramen halal. Di Jakarta, ibukota negara muslim terbesar di dunia aja, ngga gampang cari ramen halal yang decent.Β Halal lho ya, bukan cuma no pork, no lard. Pas lagi main ke Orchard, saya sempatkan ke Far East Plaza untuk makan di Ramen Ten, sekaligus mampir ke Sunny Bookshop (yang sayangnya, sekarang sudah tutup).

Ramen Ten menempati area yang sama dengan Shin Tokyo Sushi, resto yang menyediakan sushi halal. Harga ramen mulai sekitar S$8.9, sementara sushi-nya mulai S$2.3. Saat ramennya datang, jujur bentuknya kurang meyakinkan karena mienya mirip mie instan dan telurnya kayak telur rebus biasa. Bukan telur rebus transparan setengah matang seperti di resto ramen yang serius. Dan kenapa banyak toge? Kuahnya sih enak, potongan daging bebeknya juga besar-besar, tapi rasanya ngga nyambung.

Saya kurang cocok sih makan di sini. Untuk harga segitu mending cari makanan lain atau makan ramen di Jakarta aja, hehehehe.

 

Ramen Ten
#01-22 Far East Plaza,
14 Scotts Road, Singapore
Open: 11.30am – 10.00pm (Daily)
http://www.ramenten.com/

Curryvora (closed)

5 Mar

image

Update: Curryvora sekarang sudah tutup, diganti oleh Djadjanan Djawa 😦

Di Curryvora ini ada menu sejenis create your own curry. Jadi kita bisa pilih tipe dagingnya (ayam, ikan dori, daging sapi, domba, udang, dan cumi-cumi), pilih tipe karinya (a la Indonesia, Thailand, Jepang, India, dsb.), lalu pilih karbohidratnya (aneka nasi, kentang, roti prata, dan naan). Kalau mau, bisa juga menambah additional mushroom, onion, dsb. Tingkat kepedasan karinya pun bisa diatur sesuai keinginan, mulai dari yg tidak pedas sampai pedas sekali.

Kami sengaja memesan 4 jenis kari yang berbeda-beda, protein yang berbeda, juga karbohidrat yang berbeda. Masing-masing kari ternyata sangat terasa perbedaannya lho, bukan cuma gimmick di deskripsi menu saja. Daging yang disajikan juga dimasak sempurna, garing untuk yg digoreng, empuk untuk yg dipanggang. Kami bertiga sepakat memilih kari Harajuku (Jepang) sebagai favorit. Saya juga menyukai Pattaya (kari hijau Thailand), tapi teman-teman saya kurang suka, hehehe.

Selain aneka kari, Curryvora juga menyediakan menu salad, quesadilla, samosa, naan sandwich, dsb. Worth to try untuk penggemar kari maupun non-penggemar yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda.

 

Curryvora
Setiabudi One 1st Floor, Unit A205
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 62
Jakarta Selatan
Telp: (021) 520 1040

Gravy Coffee, Dine & Drink (closed)

1 Feb

image

Saya ke sini hari rabu beberapa bulan lalu, dan jadi satu-satunya pengunjung (berdua sama teman). Interiornya nyaman dengan sofa-sofa, dan di lantai 2 ada “pohon” unik sebagai centerpiece. Saat hari terang, saya bisa bayangin betapa hangat suasananya. Sementara di malam hari lampunya redup, cocok untuk ngobrol-ngobrol lucu bareng pasangan.

Saya pesan Crispy Mushroom sebagai pembuka, dan datang dalam kondisi panas mengepul. Pas banget nemenin malam yang dingin (apaan sih :D). Untuk makanan utamanya, kami berdua sama-sama pesan steak. Meski waktu tunggunya cukup lama, tapi keduanya disajikan dengan tingkat kematangan yang tepat: medium untuk saya dan well-done untuk sahabat.

Selanjutnya adalah dessertnya yakni Baked Chocolate Cake. Nunggu cukup lama lagi, dan waktu cakenya datang, pelan-pelan dipotong (berasa ikutan MasterChef, hehehe). Cakenya lembut dan tadaaa! Waktu diiris, isian cokelatnya meleleh membanjiri piring. Superb!

Secara keseluruhan saya puas makan di sini. Meski agak bingung juga, dengan 2 customers aja waktu masaknya cukup lama, apalagi klo lagi full house. Tapi setelah dipikir-pikir memang yang melayani kami cuma 1 orang (yang sangat ramah) dan semua makanan dibuat from scratch, jadi cukup wajar kalau agak lama. Mungkin saat hari-hari ramai, kru yang bertugas lebih banyak. Mereka juga ada live music setiap malam weekend, cukup menarik buat didatangi.

 

Gravy Coffee, Dine & Drink
Jl. Kemang Selatan VIII No. 55A
Jakarta Selatan
Telp: (021) 7190393
Twitter: @groovywithGRAVY

La Scala (closed)

10 Apr
La Scala

La Scala

update: La Scala sudah almarhum sejak tahun 2010/2011.Β 
La Scala adanya di Kemang, pas di sebrang Kemang Icon (lihat gambar). Bentuk bangunannya 2 lantai, dengan lantai pertama dipake buat galeri furnitur. Begitu buka pintu, yang pertama keliatan adalah meja penerima tamu, tangga, dan pintu menuju galeri. Saya dateng menjelang jam 7PM, dan meja penerima tamu dalam keadaan telantar alias ngga ada penunggunya. Melihat ngga ada tanda-tanda staf resto yang datang, saya inisiatif naik ke atas dan ternyata 2 orang staf sudah menanti di ujung tangga sambil mengucapkan selamat datang, hehehe.

Ruangan resto dibagi jadi 3 area duduk: bar, tengah, dan jendela. Yang cuma mau minum, mungkin lebih enak duduk di bangku-bangku tinggi yang mepet sama bar. Buat yang niat makan serius, di ruang makan utama (tengah) udah tersedia kursi-kursi tegak nan nyaman. Saya sendiri milih duduk deket jendela, dengan sofa-sofa guede yang bikin kita tenggelam, sambil liat pemandangan Kemang di malam hari (halah). Area duduk dekat jendela ini agak unik, karna tiap “niche” terdiri dari 2 sofa two-seater (yang masing-masing bisa muat 3 orang dengan nyaman) saling berhadapan dan meja pendek, trus ada pembatas tirai tipis dengan niche yang lain. Asli nyaman banget!

Berhubung seluruh ruangan resto dikelilingi jendela kaca, penataan cahaya dibikin agak temaram, jadi pengunjung ngga ngerasa kayak lagi di dalem aquarium. Cenderung romantis malah, karna interior resto yang estetik tapi tetep terasa hangat. Pas saya dateng hari jumat jam 7 itu cuma ada 1 meja lagi yang keisi. Tapi waktu saya keluar jam 8 lewat, pengunjung lain udah mulai berdatangan.

Sekarang review makanannya yah. Saya dan sahabat pesen:
1. Quattro Formaggi, 73K
Ini pesenan wajib sahabat saya klo lagi ke resto masakan itali. Pizza tipis dengan topping 4 macam keju (Emmenthal, Gorgonzola, Parmesan, Mozarella), Quattro Formaggi versi La Scala dateng dengan ukuran lumayan lebar, cukup untuk dimakan berdua sampe kenyang menggelepar. Klo mau 1/2 kenyang, bisa juga buat berempat. Meski tipis, pizzanya ngga terlalu kering, wangi, dan empuk. Lapisan kejunya menyatu sempurna dengan adonan roti, tapi tetap terasa “tebal” dan mantap di mulut. Sayang, saya mendeteksi sedikit rasa pahit di bagian tengah yang saya curiga berasal dari salah satu jenis kejunya.

2. Tagliatelle Verdi, 36K (ukuran kecil)
Karna sedikit kecewa sama pizzanya, saya pesen pasta pake bayem, kesukaan saya. Tagliatelle Verdi adalah tagliatelle (sedikit lebih langsing daripada fettuccine) yang dimasak dengan bayam dan daging asap, bersalut saus krim. Deskripsi “kecil”-nya nipu bow, karna buat orang indonesia (bukan bule) ini mah porsi makan normal. Sebenernya saya kurang suka pasta berbentuk pita gini, karna kadang klo kurang saus rasanya tawar, klo kebanyakan saus jadi eneg. Punya La Scala bener-bener pas, creamy tanpa eneg, bayamnya seger tanpa pahit, ditambah sedikit jejak smokey dari daging asap. Sempurna! Tapi tetep aja, lain kali klo ke sini lagi saya mungkin akan minta tagliatelle-nya diganti fusilli atau penne.

3. Peppermint Tea, 17.5K
Sekantung teh pepermin keluaran dilmah ditemani teko kecil (ukuran 300ml) air panas. Pilihan gulanya standar, mulai dari gula pasir biasa, gula palem, gula diet, dsb.

4. Iced Chocolate, 20K
Yang ini juga biasa aja, rasanya mirip Milo dingin.

5. Milk Shake Strawberry, 22.5K.
Enak, tapi ngga superb. Just right lah.

Klo saya contek dari brosur menunya, mereka punya:
– Antipasti (Bruschetta, Calamari, dsb.) 5 macem, 27.5K – 47.5K
– Le Insalate (Salad) 5 macem, 35K – 45K
– Le Zuppe (Sup) 3 macem, 35K – 40.5K (tapi ngga ada clam chowder kesukaan saya, masakan non-itali yang sering disajikan di resto itali, hehehe)
– Pasta & Risotto 15 macem, 28K – 45K (ukuran kecil), 48K – 73K (ukuran besar)
– I Secondi (ikan, udang, daging sapi, dsb.) 11 macem, 68K – 138K
– Pizza 11 macem, 43K – 73K
– I Dolci (Gelato, Tiramisu, dsb.) 7 macem, 15K – 35K.
– Macem-macem teh
– Macem-macem minuman berbasis kopi
– Macem-macem milkshake (tapi banyak jenis yang lagi kosong)
– Cocktails & Mocktails
– Wine (tentunya)

Total kerusakan sesudah pajak dan bea layanan sekitar 196K. Will I come again? Tentunya. Tempatnya nyaman, makanannya enak dan harganya masuk akal, jadi kenapa ngga? Oh iya, nilai minusnya adalah mereka ngga punya ruang untuk sholat dan jarak ke mesjid terdekat agak lumayan klo jalan kaki.

 

La Scala
Wine, Lounge, & Resto
Jl. Kemang Raya No. 2, Jakarta
Minggu – Kamis 11AM – 10PM
Jumat – Sabtu 11AM – 11PM
Telp: 021 – 7194 051 / 052
Delivery Order: 7278 7070

Foto Kemang Icon diambil dari
hxxp://www.alilahotels.com/kemangicon/location.asp

Churrasco Brazilian Barbeque (closed)

2 Jan
Churrasco

Pao de Queijo

Update: Churrasco ini udah beberapa tahun almarhum

Dulu saya pernah nyoba BBQ-nya di cabang La Piazza. Unik banget, makanannya model BBQ trus pelayannya ngider bawain daging panggang gede pake tusukan sashlik. Klo kita mau, tuh daging langsung dipotong di piring kita. Di buffetnya juga ada spageti, salad, buah-buahan, aneka es (kayak es campur), dsb. Lumayan lah, harga terjangkau, rasanya enak, pantas untuk di-R.O.-kan. Bisa jadi alternatif klo lagi ngga pengen shabu-shabu dan sebangsanya.

Senin kemaren karna orang kantor pada cuti dan ga ada temen maksi, saya nyobain lunch set menunya Churrasco: Fish Paella + Iced Water for only 29,000++. Iced waternya dateng duluan dengan gelas guedeee banget. What a nice surprise, karna saya kira bakal dikasih air minum kemasan ukuran gelas kecil. Thumbs up buat Churrasco.

Berikutnya 3 biji Pao de Queijo (brazilian cheese puff) yang bentuknya kayak apem tapi rasa keju, enyak banget. Perut mulai terisi.

Yang terakhir, datanglah paella-nya yang mirip… nasi goreng! Asli ga ada bedanya sama nasgor hongkong (warna putih), padahal saya pengen ngerasaan seberapa dahsyat nasi yang harusnya dimasak pake saffron ini. Penonton kecewaaa, hehehe. Untung porsinya moderate dan fish fillet-nya banyak, jadi ngga terlalu sakit hati.

Oh iya, lunch set menu lain ada pasta (fetuccine klo ga salah), nasi goreng brazil (yakin deh, pasti senasib sama paella), sama nasi biasa, semua dengan harga 29,000++ dengan iced water. Total kerusakan cuma sekitar 33K, kondisi perut: kenyang banget!

Churrasco Brazilian Barbeque
Setiabudi One 1st Floor
Jl. HR Rasuna Said
Setiabudi, Jakarta Selatan
PH : (021) 521-0609

foto Pao de Queijo diambil dari hxxp://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/3f/Pao_de_queijo.jpg

Bombay Blue (closed)

31 Jul
Bombay Blue

Papadum

Update: Bombay Blue sudah almarhum sejak beberapa tahun lalu

Bukan, ini bukan review filem India kok πŸ˜€

Bombay Blue (BB) adalah resto yang ada di Cikini, deretan sebrangnya TIM. Sebelumnya di sini ada Happy Belly, yang kayaknya nasibnya sama: sepiii! Waktu saya dateng buat lunch kemarin siang, yang keisi juga cuma meja saya, padahal saya ada di situ dari jam 12 smp jam 1 lewat.

Aaanyway, interior BB banyak didominasi warna biru & kuning. Bagus deh, teduh sekaligus cozy, friendly tapi tetep elegan. Ada kursi-kursi tegak dari kayu solid buat yang mau makan serius. Ada sofa-sofa nyaman (plus bantal kecil!) buat yang mau makan plus-plus (that’s me!). Kebayang nikmatnya sabtu atau minggu sore nongkrong di sini ama temen-temen SMA, ngobrol ngalor-ngidul sambil nyeruput Lassy and nyuil Naan, heavenly!

Saya dan sahabat mesen:
Kashmiri Rogan Gosh: 42.5K
Mozarella Chicken: 39.5K
Cheese Naan: 12.5K
Butter Naan: 12.5K
Strawberry Smoothies: 18.5K
Oreo Frappucino Lassy: 18.5K

Kasmiri Rogan Gosh: mirip banget sama kare kambing. Tapi dagingnya lembuuut banget, ngga ada tulangnya, dan ngga bau kambing. Mungkin karna dia pake lamb (domba) yah, hehhehe sok tau deh. Dihidangkan di mangkuk oval, mirip yang dipake buat nge-serve risotto, kuahnya coklat mlekoh.

Mozarella Chicken: modelnya kayak yang di platinum: dada ayam panir digoreng coklat keemasan, diatapi keju panggang yang meleleh, trus disiram saus agak manis. Saya ngga ikutan nyobain, tapi kata temen saya sih enak. Disajikan bareng kentang goreng crinkle cuts dengan ukuran sejempol tangan. Kentangnya kualitas bagus, renyah tapi padet, meski bumbunya ngga neko-neko. Too bad condiment-nya cuma saus sambel, coba ada cocolan mayones / mustard-based, saya pasti lahap ngebajaknya πŸ™‚ Oh iya, ada sayur-sayuran rebusnya juga dalam jumlah yang mayan banyak. Sayurnya keliatan seger banget deh.

Cheese Naan: enyaaak. Kejunya ngga sampe melt keluar-keluar kayak di pondok pizza sih, tapi teuteup enak. Gurih tanpa eneg, OK lah.

Butter Naan: ini juga OK, tapi ngga seenak Cheese Naan. Saya makannya dicocol ke Rogan Gosh, jadi gurih + pedes-pedes nikmat gituh ^_^

Strawberry Smoothies: ngga nyobain, tapi ngeliat betapa bagusnya kualitas makanannya, kayaknya pasti enak deh.

Oreo Frappucino Lassy: kayak frappucino-nya kedai kopi cap putri duyung berekor 2, tapi dikasih whipped cream & oreo crumbs. Krimnya susu banget, saya sampai agak eneg waktu ngicip krimnya doang. Tapi sesudah dicampur sih enak. Ada manis, gurih, sedikit pahit dari kepingan oreo, good harmony πŸ™‚

Oh iya, waktu nunggu makanan dateng, pramusajinya ngasih appetizer yang bentuknya kayak kerupuk bawang ukuran raksasa (ternyata namanya Papadum :D). Waktu dimakan rasanya… puedesz! Pedesnya kayak lada campur bubuk cabe gituh, nyegrak di hidung. Saya sih mayan toleran ama pedes, jadi fine-fine aja. Temen saya yang agak sweeth tooth ikutan nyoba, motek (kerupuk dipotek kan? :p) secuil gede gituh. Saya kasih warning aja: pedes lhooo… Tapi dia ngga percaya. Begitu gigit sekali, langsung deh sisa potekannya dibuang karna ngga tahan pedesnya. Buat nemenin kerupuk ini ada cocolan tiga rasa: acar bawang merah, bumbu kari, sama bumbu warna ijo yang saya ngga familiar rasanya (mungkin karna lidah saya udah penuh sama kari).

Selain masakan India, BB juga punya koleksi masakan Meksiko (fajitas dkk), Asia, ada spageti juga, lengkap deh. Cocok sama slogannya: “There’s always something for everyone!”

Total kerusakan untuk makan siang yang nikmat itu adalah 170K (pajaknya 18.5%). Ada promo diskon untuk pengguna CC Citibank. Will I come again? You bet! (apalagi klo ditraktir :p)

Bombay Blue
Jl. Cikini Raya No. 40
Jakarta 10330
Telp: 021 – 316 2864, 314 9128

foto Papadum diambil dari hxxp://photos23.flickr.com/32892024_50a14eb060.jpg

Anoi (closed)

3 Jan
Anoi

Anoi

Tanggal 25 selalu menjadi hari yang spesial untuk saya dan partner, tidak terkecuali tanggal 25 bulan itu. Dari jauh-jauh hari saya sudah menentukan tempat makan bersama kami kali ini. Meski pada hari-hari lainnya kami sering bersantap bersama, tapi rasanya selalu berbeda bila ritual itu dilaksanakan pada tanggal 25. Yang lebih menyenangkan, partner selalu menyerahkan keputusan pemilihan tempat di tangan saya karna selera kami ngga jauh berbeda (baca: sama-sama pemakan segala), dan dia tau bahwa saya menjadi anggota milis kuliner.

Pilihan kali ini jatuh pada Anoi, resto masakan Vietnam yang terletak di Tebet Indraya Square (TIS). Kami berdua sering sekali melewati resto tersebut saat makan siang di β€œPondok Pizza” cabang TIS, namun belum berani mencoba karna takut mahal. Beruntung, Anoi merupakan salah satu merchant yang bekerja sama dengan kartu kredit HSBC dalam promo All-You-Can-Eat-nya. Hanya dengan 50KIDR/pax, kami bisa menikmati beragam menu a la Vietnam yang disediakan. Tawaran yang menarik untuk kami yang belum pernah makan di sana (sebenarnya, kami belum pernah makan di any Vietnamese resto :p) karna resiko harga-wiiih-rasa-weeeh (HWRW) bisa diminimalisasi.

Kami sengaja datang pada jam 4, dan seperti yang telah saya prediksi, resto tampak sepi. Interior resto ini cenderung minimalis, dengan sofa-sofa yang menempel ke dinding resto, serta meja-meja dan kursi mass-product di bagian tengah. Setelah mendapat tempat duduk, saya langsung meminta menu AYCE pada pramusaji yang bertugas pada meja kami. Dengan sigapnya, beliau menunjukkan daftar makanan yang bisa dipilih, serta sedikit penjelasan mengenai masing-masing makanan. Seperti yang telah dijelaskan pada peraturan AYCE, promo ini mungkin lebih tepat disebut prix fixe, karna tidak ALL you can order (thus eat), tapi lebih ke arah complete but with limited choices, at a fixed price. Ngga semua masakan tersedia untuk AYCE, salah dua yang saya perhatikan menghilang dari menu adalah kopi Vietnam dan aneka masakan dengan bahan sapi. Tak apalah, toh kami ke sana dalam rangka percobaan pertama.

Sesuai saran pramusaji, kami mengawali santap sore kali itu dengan Bo La Lot dan Cha Gio Cua, dua item makanan pembuka yang bisa dipilih. Bo La Lot adalah semacam daging sapi cincang yang dibumbui, kemudian dibungkus dengan daun La Lot (daun anggur?). Rasanya gurih-manis, dan bentuknya yang imut (ada dua tusuk dalam satu porsi) menambah nikmat dalam menyantap. Cha Gio Cua sendiri berbentuk seperti risoles, dengan ragout yang terbuat dari daging kepiting, disajikan dengan saus a la mayones. Rasanya lebih cenderung ke gurih-asin, sehingga kami hampir kewalahan ketika harus menghabiskan masing-masing tiga Cha Gio Cua dalam piring saji kami.

Setelah makanan pembuka, kami lagi-lagi meminta bantuan pramusaji untuk memilih makanan utama. Saya yang awalnya ingin makan nasi, mengurungkan niat karena mbak pramusaji menyarankan untuk tidak makan nasi dulu, karna dikhawatirkan saya akan terlalu kenyang sehingga tidak mampu memesan menu selanjutnya (dan kehilangan esensi dari sistem AYCE). OK lah, saya menurut saja dan memilih Tai Long Bang sementara partner memesan Mi Ga Chien dan Che Cocktail, serta dua Ice Lemon Tea (Tra Da) untuk kami berdua.

Ketika Tai Long Bang datang, saya terkejut melihat ukuran mangkoknya yang super jumbo! Wah, tertipu nih, klo saya makan segini, mana kuat lagi saya makan nasi? Meski porsinya besar, rasanya not bad, Pho-nya kenyal dan tidak eneg, kuahnya sangat gurih dan segar, dengan potongan daging sapi yang generous, serta taburan daun mint dan aroma daun ketumbar yang semerbak. Sayang sekali, saya bukan penggemar daun ketumbar (bahkan dalam Tom Yum). Sedikit intemezzo, Tom Yum teraneh yang pernah saya makan adalah Tom Yum Goong di buffet Hotel Sahid Lippo Cikarang. Kenapa aneh? Karena sang Tom Yum Goong sama sekali tidak memakai Goong (udang) dan saya tidak menemukan jejak rasa daun ketumbar dalam kuahnya! Kembali ke Anoi, saya tidak sempat merasakan Mi Ga Chien milik partner karna terlalu berkonsentrai dengan Pho saya. Ice Lemon Tea-nya so-so, tidak ada yang istimewa, sedang Che Cocktailnya saya ngga suka karna rasanya susu sekaleeee…

Berhubung rongga perut kami berdua masih menyisakan tempat, kami sepakat untuk memesan sekali lagi. Saya yang masih kesengsem dengan risoles tadi, meminta seporsi lagi Cha Gio Cua sedang partner memilih Com Chien Duong serta tiga botol air mineral untuk kami berdua. Com Chien Duong-nya lebih mirip nasi goreng biasa, dengan campuran aneka sayuran dan telur dadar yang diiris tipis. Partner senyum-senyum saja sambil berbisik: β€œEnakan nasi goreng deket rumahmu…”

Setelah perut kenyang dan selesai ngobrol-ngobrol, menjelang pukul 6 partner meminta tagihan makan kami kali itu. Struk pembayaran menunjukkan total pengeluaran kami mencapai 181.5KIDR, namun semuanya sudah dicover dalam promo, dan kami cukup membayar 100KIDR saja.

Beberapa minggu kemudian, saya beserta 20 rekan kantor mengadakan makan siang bersama di Anoi. Pada kesempatan tersebut, saya memilih Ga Xao Xa Ot (BYKS) dan Bun Tom Xao sebagai makanan utama. Ga Xao Xa Ot adalah ayam bumbu sereh yang dihidangkan dengan sejenis nasi goreng yang dimasak dengan santan. Ayamnya empuk dan segar, sedang nasi gorengnya gurih sekali, mirip nasi hainam ditambah rasa tomat. Bun Tom Xao-nya terdiri dari bihun (rice vermicelli) yang dibumbui mirip asinan sayur dan diberi beberapa ekor udang. Rasanya asam-segar-pedas dan mantappppp! Satu jam kemudian, terlihat ke-20 orang korban berjalan lunglai (karna kekenyangan) menuju mobil masing-masing.

Anoi Vietnamese Kitchen and Bakery
TIS Square
Jl. MT Haryono Kav. 8 – 9
Jakarta Selatan
(021) 829 5548

Oh iya, setiap jumat dan sabtu malam mulai jam 7, Anoi menghadirkan musik akustik secara live untuk menemani santap malam pengunjungnya.

========================================================

Sejak Agustus 2006, Anoi udah ngga di Tebet lagi, dan posisinya digantikan sama resto Belanda HEMA, yang salah satu cabangnya ada di Cikarang (pernah liat, ngga pernah makan). Anoi pindah ke mana? Dunno :p

%d bloggers like this: