Tag Archives: romantis

Roaster and Bear (Yogya)

18 Sep

roaster-and-bear

Kafe ini terlihat keren dan sophisticated kalau kita melintasi Jl. Mangkubumi. Awalnya saya pikir harganya agak mahal, apalagi lokasinya di dalam hotel bintang 4. Ternyata cukup terjangkau. Makanan pembuka dimulai dari harga belasan ribu, minuman pun demikian. Untuk makanan utama seperti pasta harganya 30rb-an, sementara pizza 50rb-an. Masih masuk akal lah ya.

Tempatnya enak, nyaman, dan banyak banget area yang instagrammable (silakan googling ‘Roaster and Bear’ deh). Terdiri dari 2 lantai dan dua2nya sama-sama cantik. Lantai bawah menurut saya lebih hangat dan cozy, sementara yang atas lebih trendy. Saya memilih lantai atas biar bisa dapat pemandangan Jl. Mangkubumi. Datang jam nanggung sekitar jam 3 dan tetap rame, hehehe.

Menu di foto adalah Sizzle Bratwurst, yang disajikan dengan kentang tumbuk, kol merah, dan tumisan jamur. Rasa masakannya ternyata not bad at all, meski kentang tumbuknya ngga se-creamy yang saya harapkan. Selalu suka sama resto yang selain tempatnya bagus, makanannya juga enak. Highly recommended, cuma mungkin harus siap mengantri saat kalau akhir pekan dan sekitar jam makan.

 

Roaster and Bear
Hotel Harper Mangkubumi
Jl. Mangkubumi 52, Yogyakarta
Jam buka: 11AM – 11PM

Advertisements

Menega (Bali)

29 Sep

Menega

Menega adalah restoran favorit saya kalau pengen makan seafood di pantai Jimbaran. Kalau dari sisi pantai, lihat aja mana yang mejanya paling banyak terisi pelanggan, itu pasti Menega. Cuma ya itu kelemahannya, rame terus sampai kadang harus antri. Pernah pada suatu waktu, saya dan rombongan malas menunggu meja kosong di Menega, dan akhirnya makan di resto lain. Ternyata meski harga & rasanya mirip, kami semua merasa bahwa jumlah makanan yg disajikan lebih sedikit daripada yg kami pesan dan bayar. Akhirnya di kesempatan berikutnya saya ke Bali lagi, tentu langsung ke Menega aja. Antri ya antri deh…

Saya biasanya berusaha untuk datang sore hari sekitar jam 5. Pengunjung belum penuh, dan kita bisa menikmati pemandangan pantai sambil menunggu makanan datang. Anak-anak pun senang, bisa bermain pasir atau layang-layang. Matahari tenggelam juga bisa dilihat di sini, dengan hiasan pesawat yang sesekali melintas.

Makan kenyang dengan ikan bakar, cumi goreng, kerang rebus, dan udang biasanya hanya menghabiskan 100rb-150rb per kepala. Waktu tunggu makanan cukup reasonable, sekitar 30 menit-an. Kalau hampir 1 jam dan makanan belum datang, silakan tanya ke waiter sampai mendapat jawaban. Soalnya saya pernah ngalamin udah nunggu lama, eh ternyata pesanan ngga sampai ke dapur.

 

Menega Cafe
Jl. Four Season Resort Pantai Muaya
Jimbaran, Bali

Menega Cafe Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

SkyBar (Kuala Lumpur)

28 Dec

SkyBar

Saya booking dulu via email, karena berencana datang hari sabtu jam 7 malam dan maunya window seat. Email dibalas dengan sopan beserta T&C bahwa seat akan di-keep selama max. 15 menit, habis itu dianggap no show. Saya sampai jam 6:30an dan area seating di seberang (yang pemandangannya kurang bagus) udah penuh, jadi kemungkinan cabana yg window seat udah full booked. Cabananya luas, bisa buat duduk 8 – 10 orang dengan nyaman. Sofanya empuk plus banyak bantal, bikin betah leyeh-leyeh di situ.

SkyBar ini ada di Hotel Traders lt.33, jadi klo dapet duduk di cabana, viewnya langsung ke Petronas Twin Towers. Di tengah bar ada kolam renang yang bisa dipakai sampai jam 6 sore, trus di sisi lain ada kursi-kursi juga. Saya sengaja booking jam 7PM biar bisa liat lighting up-nya Petronas Towers. Dan ternyata emang bagus banget momennya waktu lampu-lampu di Towers dinyalain perlahan-lahan. Ngingetin saya kayak waktu ke Singapura dan naik Singapore Flyer, naiknya pas sunset jadi bisa liat perubahan cahaya dari terang ke gelap dan berganti ke cahaya lampu.

Saya pesan minum dan ayam goreng buat camilan. Ngga berharap banyak sama rasanya sih soalnya resto kayak gitu kan biasanya cuma jual suasana. Ternyata yg datang porsinya cukup banyak, ayamnya digoreng garing, dan bumbunya lumayan enak. Saya juga suka soalnya pelayannya cuek-cuek gitu, ngga ada kesan terlalu atentif apalagi ngusir. Meski akibatnya klo mau minta apa-apa jadi rada lama datengnya, hehehehe. Oh iya, klo pas waiternya lewat, mending langsung diminta tolong fotoin kita dengan background Petronas Towers, soalnya mereka udah hapal anglenya, jadi hasilnya lebih bagus 🙂

SkyBar
Level 33, Traders Hotel,
Kuala Lumpur, Malaysia
http://www.skybar.com.my/

Eternal Sunshine of the Spotless Mind (2004)

17 Jul
Eternal Sunshine of the Spotless Mind

Eternal Sunshine of the Spotless Mind

Adalah Joel (Jim Carrey) dan Clementine (Kate Winslet), dua insan yang ngga sengaja ketemu dan ngerasa cocok, lalu memutuskan untuk pacaran. Sifat Joel yang pasif dan Clem yang meledak-ledak, membuat hubungan mereka sering diwarnai pertengkaran. Sampai akhirnya mereka bertengkar hebat, Clem memutuskan pergi dari apartemen, dan mereka ngga kontak berhari-hari. Tiga hari menjelang Valentine, Joel mengunjungi toko buku tempat Clem bekerja, dengan niat untuk minta maaf sama Clem. Ngga disangka, ternyata Clem sama sekali ngga ingat siapa Joel, malah terang-terangan mencium pria lain di depan Joel.Di episod terakhir dari musim keempat serial Sex and the City, Carrie Bradshaw pernah bertanya: “Can you make a mistake and miss your fate?” Soal takdir dan nasib adalah tema yang ngga akan habisnya klo dibahas. Mungkin itu sebabnya manusia dari dulu terobsesi sama time machine, karna keinginan terpendamnya adalah bisa kembali ke masa lalu dan memperbaiki kesalahan yang (pernah / akan) mereka buat. Eternal Sunshine of the Spotless Mind (ESSM) ini memandang nasib dan takdir dari sudut yang jauh berbeda.

Dari selidik sana-sini, Joel tau bahwa beberapa hari sebelumnya, Clem pergi ke Lacuna Inc. untuk melakukan prosedur penghapusan memori, yakni memori tentang Joel dan hubungan mereka. Joel merasa sakit hati, dan pergi ke Lacuna Inc. juga untuk melakukan hal yang sama, menghapus memori tentang Clem. Proses terhapusnya memori digambarkan dengan adegan-adegan flashback yang bagus, ngga garing maupun overdramatis. Ada atmosfir sedih yang terpancar waktu kenangan-kenangan indah mereka terpampang untuk kemudian dihapus selamanya.

Akhirnya proses penghapusan memori Joel (dan Clem) sama-sama sukses, tapi cerita ngga berhenti di situ. Mirip cerita tentang time machine, ESSM juga mendukung konsep bahwa ada yang namanya nasib dan takdir. Ada hal dan kejadian yang emang udah digariskan oleh Tuhan Yang Mahakuasa, dan apapun yang kita lakukan ngga akan bisa ngubah itu. Buat saya, filem ini ide ceritanya bagus, sci-fi tapi ngga terlalu mengawang-awang. Penggambarannya juga bagus, bikin saya penasaran gimana akhir kisah cinta Joel dan Clem. Unik tapi logis, romantis tanpa norak, OK banget lah!

Gambar poster diambil dari Wikipedia.

From Bandung with Love

24 Mar
From Bandung with Love

From Bandung with Love

Karna judulnya garing, saya agak pesimis waktu masuk ke bioskop yang muter film ini. Tapi klo dipikir-pikir, film Indonesia jaman sekarang kan emang kebanyakan judulnya garing, jadi ngga keluar pakem juga, hehehe.

Film dibuka dengan adegan penyiar Radio 99ers Bandung bernama Vega yang lagi bawain acara From Bandung with Love (FBL), program mingguan yang ngebahas cinta. Minggu itu temanya Hubungan dengan Mantan Pacar, dan kayak siaran radio beneran, Vega juga menerima curhat-an dari pendengarnya lewat telpon.

Pulangnya, seperti biasa Vega dijemput oleh Dion, teman kuliah cum pacarnya yang baiiik banget *duh*. Sampe rumah, Vega terima telpon dari Wulan, sahabatnya, yang tersedu-sedu di ujung sana karna pacarnya selingkuh sama teman kostnya sendiri. Habis itu tercetuslah ide di benak Vega buat mengusung tema Kesetiaan untuk sesi FBL berikutnya.

Karna dedikasi sama kerjaannya, Vega selalu melakukan riset dulu sebelum siaran. Dion yang tau rencana tema FBL minggu depan mempertanyakan niat Vega, karna soal selingkuh dan kesetiaan adalah tema yang sensitif, dan ngga semua orang mau bicara terbuka tentang pengalaman hidup yang satu itu. Vega tetap optimis sama temanya dan berusaha cari cara untuk riset.

Selain kuliah dan siaran, Vega juga kerja lepas di perusahaan periklanan Dolphin sebagai copywriter. Untuk proyek terakhir, bosnya masangin dia sama Ryan, creative director yang dikenal playboy dan sering makan korban, termasuk cewek-cewek di Dolphin (cuma 2 orang selain Vega). Sel-sel kelabu di otak Vega langsung bekerja *Hercule Poirot kaleee*, dan Vega bertekad ngejadiin Ryan sebagai obyek risetnya.

Awalnya Vega yang mancing, ngajak Ryan ngopi-ngopi sambil ngomongin kerjaan. Ryan yang bisa baca gelagat, besoknya ngga malu-malu lagi ngajak Vega makan malam. Karna kedekatan mereka, Vega lama-lama naksir beneran sama Ryan. Teganya, waktu Dion jemput ke kantor, Vega ngaku ke Ryan bahwa Dion adalah temen kuliahnya, period. Waktu Vega ditanya sama Dion, apa Ryan adalah cowok playboy yang mau dijadiin obyek risetnya (Vega udah cerita ke Dion soal rencananya), Vega malah mengelak.

In the end, siapakah yang akhirnya Vega pilih?

Saya yang pesimis di awal, mau ngga mau harus tersenyum kecil waktu keluar dari ruang bioskop. Ceritanya sederhana dan gampang ditebak, tapi saya cukup terhibur. Meski akting pemainnya pas-pasan, chemistry-nya kurang kuat antara tokoh Vega dan Ryan, tokoh Dion yang terlalu *lemah*, aksen Sunda yang tipiiis banget dari keseluruhan pemain, tapi endingnya bagus! Hehehe, saya bukan pecinta film happy-ending-tapi-maksa, jadi buat yang satu ini pasti agak bias. Yang agak mengganggu ya itu, ngapain jauh-jauh dibikin di Bandung dan dikasih judul From Bandung with Love, klo atmosfir Bandungnya hampir ngga terasa (kecuali tulisan Universitas Katolik Parahyangan segede gaban di salah satu adegan).

Simpulannya saya puas. Ngga masuk kategori must-see sih, tapi lumayan lah daripada Kuntilanak 3 :p

Foto diambil dari hxxp://www.21cineplex.com/images/film/film18281.jpg

Ayat Ayat Cinta – The Novel

3 Mar
Ayat Ayat Cinta

Ayat Ayat Cinta

Saya beli novel ini tahun lalu di inibuku, toko buku online langganan saya. Agak ngga sengaja juga sih, karna niat saya cuma mau nggenepin total pembelian saya supaya gratis ongkos kirim (hehehe), dan Laskar Pelangi-nya Andrea Hirata kurang mahal harganya. Berbulan-bulan nganggur, akhirnya beberapa minggu yang lalu posisinya pindah dari rak buku ke dalem tas kerja saya karna denger-denger filemnya mau beredar.

Setuju sama pendapat sebagian orang, buat saya AAC adalah novel roman dengan “bumbu” dakwah. Makanya terasa enteng dan best-selling, karna temanya populis, apalagi klo bukan tentang cinta. Tokoh utamanya adalah Fahri, mahasiswa S2 di Universitas Al Azhar (Mesir), dan beberapa perempuan yang tergila-gila sama dia, hehehe. Di novel ini diceritakan betapa Fahri berjuang keras untuk pendidikannya, serta menjaga diri dan imannya dari cobaan alam maupun manusia. Manusia ini termasuk perempuan-perempuan yang digambarkan mengharap cintanya, dan ada yang rela melakukan segala cara agar bisa menikah dengannya.

Setuju juga sama pendapat yang bilang kekuatan novel ini ada di penggambaran Mesir yang detil, jadi imajinasi pembaca bener-bener kebawa untuk memvisualisasikan keadaan yang sebenernya. Sayang, review orang-orang dan cerita sang sutradara tentang versi layar lebarnya malah ngga bagus, terlalu banyak adegan dalam-ruangan, bikin saya ngga tertarik untuk nonton filemnya.

Saya ngga terlalu terganggu sama penggambaran sosok Fahri yang “sempurna” (karna menurut saya dia ngga sempurna, hehehe). Yang buat saya agak mengganjal adalah hal-hal yang dilakukan oleh penggemar Fahri agar mendapatkan cintanya. Masa perempuan-perempuan solehah bisa berbuat seperti itu? Menurut saya agak ngga adil aja sih, Fahri yang soleh digambarkan “sesempurna” itu, sementara perempuan-perempuan solehah di sekelilingnya digambarkan “secacat” itu.

Secara keseluruhan, menurut saya ini novel yang bagus dan menghibur, alur ceritanya mengalir lancar, selipan dakwahnya juga menyejukkan bathin. Tapi klo belom pernah baca pun ngga usah sedih, Anda ngga terlalu rugi kok 😀

foto diambil dari
hxxp://www.pdat.co.id/hg/newbooks_pdat/2006/12/18/Ayat-Ayat%20Cinta.jpg

P.S. I Love You (2007)

25 Feb
P.S. I Love You

P.S. I Love You

Buat yang pernah nonton serial Ugly Betty, pasti tau klo situs favorit Betty adalah http://www.SoCuteItsSick.com, yang isinya gambar kucing-kucing lucu, bayi-bayi lucu, dan sebagainya lah, sesuai sama nama situsnya. Buat saya P.S. I Love You (PSILU) ini masuk dalam kategori SoSweetItSucks.com, hekekekeke.

Bercerita tentang Holly dan Gerry yang nikah muda, dan beberapa taun kemudian Gerry meninggal karna tumor otak. Holly tenggelam dalam kesedihan, sampai akhirnya muncul surat-surat dari Gerry yang selalu diakhiri dengan kalimat: “P.S.: I Love You.”

Ternyata menjelang ajalnya, Gerry sudah menyiapkan tugas-tugas yang harus dilakukan Holly, agar bisa lepas dari bayang-bayang Gerry dan melanjutkan kehidupan. Tugas-tugas ini diinstruksikan dalam bentuk surat, yang “dititipkan” lewat orang lain untuk kemudian dibaca oleh Holly. Akhirnya bahagia, Holly bisa melupakan kesedihannya, menemukan jati dirinya, berdamai sama lingkungan sekitarnya, happy ending lah.

Kenapa saya bilang SoSweetItSucks, karna Gerry digambarkan sebagai sosok yang sayaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang banget sama istrinya. Selain bilang “I Love You” di setiap suratnya untuk Holly, dia juga ngga lupa ngucap: “Tolong jagain bidadari saya” waktu ngirim surat buat sahabatnya Holly. Belum lagi di surat lainnya yang dia bilang terima kasih bahwa Holly udah mau jadi istrinya, mau ngedampingin dia, dan bikin dia menjadi orang yang lebih baik. Pokoknya kesannya dia beruntung banget deh nikah sama Holly. SoSweetItSucks.com kan?

Kenapa saya kasih bintang 3? Karna buat saya lumayan menghibur, apalagi penampilan Kathy Bates yang bagus (as usual). Saya emang udah niat nonton filem romantis yang menye-menye, jadi seneng-seneng aja waktu nonton ini. Menurut saya, PSILU lebih cocok ditonton bareng temen cewek (klo perlu rame-rame), bukan sama pacar apalagi sesama cowok :p Mirip-mirip A Walk to Remember lah, di mana jagoan cowoknya baiiiiik banget, jadi kesian aja klo ada cowok (yang dipaksa) nonton bareng pacarnya, trus keluar dari bioskop si cewek bilang: “Yang tadi cowoknya baik banget yah sayang…” <<< dengan indikasi berharap pacarnya bisa sebaik (or at least mendekati) karakter cowok dari filem yang barusan ditonton.

Hahaha, grow up ladies, cowok baik di A Walk to Remember berakhir dengan kematian istrinya, cowok baik di PSILU berakhir dengan kematian dirinya. Ain’t life grand? 😀

P.S.: Oh yes, novelnya udah masuk daftar must-read saya 🙂

Poster filem diambil dari

%d bloggers like this: