Tag Archives: snacks

Yoel’s Baso Malang Instan

21 Dec

Semangkuk Yoel’s Baso Malang Instan berisi 1 butir bakso, beberapa gorengan bakwan Malang dan gorengan risol, semuanya dalam ukuran kecil-kecil. Bumbunya lengkap. Selain bumbu bubuk, ada kecap, minyak, cabe bubuk, saos, dan bawang putih goreng. Sebaiknya ngga menuang semua bumbu sekaligus, masukkan secukupnya sambil dicicipi rasanya.

Cara membuatnya tinggal diseduh air panas dan tunggu 10 menit. Menurut saya lebih enak kalau direbus aja, karena kalau cuma diseduh, meski bakso & gorengannya udah empuk, tapi bagian isiannya masih ngelawan. Sayang, padahal rasanya lumayan enak. Untuk bumbu kuahnya sangat terasa aroma bawang putihnya.

Secara keseluruhan, saya kasih rating 7/10 deh. Agak kurang jos karena masih ada bagian yg keras, mungkin kalau semuanya direbus akan lebih nikmat.

Advertisements

Cuanki Salju

14 Dec

Di dalam kemasan Cuanki Salju, ada beberapa butir somay (yg bentuknya mirip otak-otak), tahu baso, kerupuk pangsit, dan kerupuk batagor. Bumbunya ada bumbu bubuk, cabe, dan bawang goreng. Udah ada logo halalnya juga.

Cara membuatnya tinggal diseduh air panas, tapi saya memilih direbus biar empuk semua. Rasanya enakkk. Somaynya (yang mirip otak-otak) cukup berasa aroma ikannya. Tahunya gurih, kerupuk batagornya juga enak, kenyal2 setelah direbus. Kuahnya gurih-asin, tentu dengan aroma MSG yg kuat, hahahaha. Tingkat kepedesan bisa diatur sesuai banyaknya bubuk cabe yg ditambahkan.

Klo disuruh kasih rating keseluruhan, saya kasih 8/10 deh. Rasanya enak, udah ada logo halalnya, cocok buat alternatif makanan praktis selain mi instan.

Battle of Wajik

8 Dec

wajik

Sejak kecil, saya adalah penggemar berat wajik. Kakek (alm.) bahkan punya panggilan sayang “Bapak Wajik”, karena beliau sering membawa wajik untuk saya (dan cucu-cucunya yang lain). Buat yang belum tau, wajik adalah kue yang terbuat dari ketan, santan, dan gula yang dimasak, lalu dicetak dan dipotong-potong berbentuk belah ketupat atau jajaran genjang. Itu sebabnya di kartu remi, bentuk diamond juga disebut dengan wajik. Ibunda (alm.) juga pandai membuat wajik yang enak, tapi mungkin ini subjektif  😀

1. Wajik dari Pastel Ma’ Cik (foto atas kiri)

Walau terkenal sebagai produsen pastel, Ma’ Cik punya aneka pilihan kue tradisional dan modern di gerainya. Beberapa rasanya cukup memuaskan, tapi sisanya sih biasa saja, hehehe. Wajiknya termasuk dalam kategori biasa saja. Empuk dan manisnya sih pas, tapi kadang kita bisa menemukan butiran ketan yang masih keras di dalamnya. Harganya murah (Rp 3,700) dan ukurannya besar, jadi cukup mengenyangkan. dan sakit kalau buat nimpuk maling

2. Wajik dari Monami Bakery (foto bawah kiri & kanan)

Toko kue yang sudah berdiri sejak 30 tahun yang lalu ini punya kue-kue yang enak, harganya masuk akal, dan cabangnya bertebaran di Jakarta dan sekitarnya. Ngga heran kalau Monami ngetop banget di kalangan kantoran maupun rumahan, baik untuk konsumsi meeting maupun arisan. Untuk wajiknya sendiri, teksturnya lembut dan manisnya pas. Seluruh butiran ketannya empuk, ngga ada yang keras. Mereka juga punya pilihan wajik nangka (yang berwarna hijau) dengan aroma pandan dan nangka yang wangi. Kedua-duanya enak, dan dengan harga Rp 3,500 per potong, ukurannya juga pas.

3. Wajik dari Michelle Bakery (foto atas kanan)

Michelle Bakery mungkin ngga terlalu ngetop, karena dia ngga punya cabang di pusat kota Jakarta. Tapi kalau orang Bogor sih biasanya tahu, karena kue-kuenya super enakkk. Begitu buka kemasan wajik Michelle, aroma wangi gula merahnya langsung menyeruak. Rasanya juga ternyata seenak wanginya, lembut dan manisnya pas (mengulang kata ‘manisnya pas’). Tapi beneran deh, wajik ini adalah wajik terenak yang pernah saya makan, dan mungkin mengalahkan enaknya wajik bikinan (alm.) Ibunda. Harganya lebih premium, Rp 5,000 per potong, tapi sangat sesuai dengan rasanya.

Jadi kalau pengen wajik, saya sangat merekomendasikan untuk pesan di Michelle (dan pesan kue-kue Michelle yang lainnya, tentunya). Tapi kalau lokasinya terlalu jauh atau pas lagi main di mal, wajik Monami boleh lah sebagai pelipur lara. Baik wajik biasa (gula merah) maupun wajik nangka-nya sama-sama patoet dipoedjiken.

 

Pastel Ma’ Cik
Jl. Alternatif Cibubur No. 68, Cibubur

Monami Bakery
Plaza Adorama,
Jl. Kemang Raya No. 17, Jakarta Selatan

Michelle Bakery
Jl. Alternatif Cibubur no 9 (Sebelah Cibubur Point), Cibubur

Bookopi

6 Oct

Bookopi

Kalau pernah ke Kalibata City, pasti tau betapa banyaknya resto dan kafe bertebaran di sana. Saking banyaknya, kadang cukup membingungkan mau makan/nongkrong di mana, hehehe. Bookopi ini salah satu yang no brainer. Kafenya nyaman, ngga terasa sumpek meski meja dan kursinya banyak, dan masing-masing meja dilengkapi oleh outlet listrik. Ada juga berderet-deret buku yang bisa dibaca di tempat. Asik buat ketemuan bareng temen-temen, OK juga buat ngabisin waktu sendirian sambil ‘kerja’.

Makanannya lumayan enak, meski ngga bisa dibilang murah untuk ukuran Kalibata City. Harga makanan utama mulai dari 30rban, minumannya 20rban, plus pajak 10% dan service charge 5%. Tapi berhubung kafenya bagus dan suasananya asik, jadi ya ngga mahal juga. Jam bukanya juga sangat panjang, cocok untuk sarapan, makan siang, makan malam, sampai makan lewat tengah malam, hahaha. Yang saya kurang suka di sini adalah adanya nyamuk. Kulit saya kebetulan agak sensitif dengan serangga, dan saya beberapa kali kena gigitan nyamuk saat berada di Bookopi.

 

Bookopi
Kalibata City Tower Sakura
Jl. TMP Kalibata no.1, Jakarta Selatan
Jam buka: 7AM – 2AM

Bookopi Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Lawangwangi Café (Bandung)

3 Aug

Lawangwangi

Lawangwangi sesungguhnya adalah sebuah galeri, yang salah satu sisinya diubah menjadi kafe. Jadi ketika masuk ke area bangunan, yang pertama akan dijumpai adalah galerinya. Koleksinya menarik, bahkan untuk awam seni seperti saya. Selain menjual benda seni besar seperti lukisan, ada juga barang-barang kecil seperti tas dan pernak-pernik.

Sisi kafenya “berdinding” kaca, jadi pengunjung bisa makan sambil menikmati panorama Bukit Dago yang asri. Di luarnya ada jembatan mirip dermaga kecil yang selalu jadi obyek foto favorit. Interior kafe berisi kursi-kursi dan sofa-sofa yang nyaman, membuat pengunjung betah berlama-lama. Meski kapasitasnya besar, kafe ini selalu penuh saat akhir pekan. Saya datang sekitar jam 3 sore aja ada waiting list.

Makanannya cukup variatif. Ada menu nongkrong seperti nachos dan singkong goreng, sampai makanan berat kayak steak, ayam bakar, maupun pasta. Harga makanan dan minuman sesuai standar kafe, mulai 40rb-an untuk main course dan 20rb-an untuk minumannya. Rasa makanan juga lumayan enak, jadi cukup balance antara suasana kafe, panorama, serta rasa makanan. Definitely will come back again.

 

Lawangwangi Café
Jl. Dago Giri No. 99A – 101, Bandung
Buka setiap hari kecuali senin, 10AM – 10/11PM
http://lawangwangi.com/cafe/

Lawang Wangi Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Indomie Bite Mie

31 Jul

Indomie Bite Mie

Teksturnya saya pikir akan kayak Mamee/Anak Mas. Ternyata kayak kue sagon, agak padat tapi hancur saat digigit. Untuk rasa, menurut saya kurang pas (di luar rasa MSG yang kuat). Rasa Rumput Laut cuma terasa asin saja. Rasa BBQ Pizza wanginya cukup mendekati, tapi rasanya kurang. Rasa Udang Tempura cuma beraroma udang.

Kayaknya Indomie harus belajar dari produsen keripik kentang untuk urusan bumbu yang medok. Tapi sesungguhnya, saya lebih berharap mereka keluarkan varian rasa khas Indomie kayak Mie Goreng Spesial, Kari Ayam Spesial, atau Ayam Bawang.

Oh iya, sebungkus isi 40g totalnya 210kkal. Kalau saya mah daripada makan Indomie Bite Mie 2 bungkus, mending sekalian makan indomie semangkok. Jumlah kalorinya mirip 😂

Penasaran Putu Piring (Singapore)

5 Sep

Putu Piring

Di hari terakhir liburan saya ke singapore, saya main ke daerah Geylang Serai dan sekitarnya, salah satunya karena penasaran pengen nyobain Putu Piring. Kenapa penasaran? Karena banyak reviewer yang bilang Putu Piring yg masih dibuat secara tradisional ini adalah makanan langka, enak tapi udah jarang yang jual.

Lalu saya bela-belain tuh berjalan kaki 350m dari Geylang Serai Market ke Haig Rd Food Center, muter-muter sampai akhirnya ketemu kios Traditional Putu Piring. Saya minta dibungkus aja trus makannya di kedai Mr. Teh Tarik dekat situ.

Begitu dibuka dan saya mulai gigit, laaah, ini kan klo di kampung saya namanya Kue Putu/Putu Bambu, hahahaha. Cuma bentuknya aja pipih lebar kayak Serabi. Saya ngakak (dalam hati, biar ngga dikira orang gila ketawa sendiri), makanan yang saya pikir keren gimana gitu, ternyata di Indonesia juga banyak yg jual, hahahaha. Ya ngga papa, yang penting rasa penasaran sama Putu Piring sudah terobati 🙂

 

Traditional Haig Road Putu Piring
Haig Road Market and Cooked Food Centre, Stall #01-08,
14 Haig Road, Singapore

%d bloggers like this: