Tag Archives: warung

Ayam Geprek Bu Rum (Yogya)

6 May

Apakah ayam geprek itu? Apa bedanya dengan ayam penyet? Jadi… Klo ayam penyet dibuat dari sambel dan ayam yang dipukul sampai ayamnya gepeng (penyet = gepeng), ayam geprek membawanya ke level lain yakni dipukul & diulek sampai ayamnya hancur (lihat foto). Ayamnya bukan ayam presto lho, tapi ayam goreng biasa (atau ayam goreng tepung) lengkap dengan tulang-tulangnya yang masih keras…

Makanan ini pertama kali ‘diciptakan’ di Yogya (please CMIIW), tahun 2003 oleh Bu Rum. Sampai tulisan ini dibuat, Bu Rum udah punya 7 cabang di Yogya. Rata-rata model warung tenda gitu sih, tapi yang di Wonosari bangunan permanen bagus. SOP-nya unik, kita ambil piring, nasi, dan lauk sendiri, lalu bilang sama ‘chef’-nya mau berapa cabe. Nanti chef akan mengulek sambel (cabe, bawang, garam, terasi, tomat, dan VETSIN), menghancurkan lauk di atas sambel, dan ayam geprek siap disantap.

Rasanya? Enak banget. The beauty is in its simplicity. Jangan heran klo tau-tau nambah nasi aja (termasuk saya, hahahaha). Harganya juga murah banget, saya makan dengan 3 lauk + minum cuma bayar 15rb. Karena murah, enak, dimasak satu-persatu, dan lokasinya di beberapa titik kantong mahasiswa, Bu Rum selalu antri parah saat jam makan. Usahakan datang pas non-peak hour, atau pesan lewat ojek daring aja.

 

Ayam Geprek Bu Rum
Jl. Wulung Lor, Yogyakarta
(dekat Univ. Sanatha Dharma Jl. Affandi)

Bakmi Mustika

25 Dec

bakmi-mustika

Kalau ngomong soal bakmi/mie ayam enak di Jakarta, referensi terbanyak letaknya di daerah kelapa gading atau kota, dan sebagian besar non halal. Ini saya kenalkan mie ayam enak di daerah yg jauh dari pusat kuliner 😁

Mienya kenyal dan gurih, baksonya juga padat dan berasa banget dagingnya. Kuahnya lumayan lah meski ngga wow banget. Tapi saya bisa bilang ini salah satu mie ayam halal terenak di sepanjang Jl. Raya Bogor. Selain mie ayam, mereka juga sedia mie goreng dan nasi goreng. Tapi saya ngga pernah coba, karena tiap ke sana selalu pesan mie ayam.

Tempatnya ngga banget, warung kecil dan jelek, cuma ada 4 meja yg muat sekitar 20 orang. Tapi pengunjungnya silih-berganti dan ngga pernah sepi. Ancer2nya kalau dari lippo kramat jati ke arah pasar rebo/hek, ini sesudah lampu merah pusdikkes/mustika/kampung makassar, kira2 warung ketiga, sebelum dealer motor Y. Buka siang saja, jam 5-an sudah tutup.

 

Bakmi Mustika
Jalan Raya Bogor No. 3,
Kramat Jati, Jakarta Timur
(bisa search google maps dengan keyword: bakmi mustika)

Bakmi Mustika Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Roti Comel 

18 Dec

Comel = Coklat Meleleh, isian roti memang dari potongan coklat Cadbury yang meleleh saat dipanggang. Cocok buat yang suka manis, enak-enak semua. Roti Comel original disajikan dengan susu kental manis dan parutan keju. Untuk kenikmatan (dan kemanisan) ekstra, bisa ditambah ovomaltine, oreo, cha cha, beng beng, eskrim, dan sebagainya.

Ada juga indomie goreng/rebus aneka topping, juga pancake & dan waffle. Untuk topping pancake/waffle banyak yg manis, tapi ada juga yang asin misalnya Barbecue Chicken. Oh iya, kalau ngga suka roti isi cadbury, bisa pilih isian selai, kornet, telur, dsb. persis kayak kedai roti bakar lainnya.

Harga makanan dan minumannya murah banget, mulai dari di bawah 10rb. Saya datang berempat dengan teman-teman, total pesan 5 porsi makanan & 6 porsi minum, cuma habis 110rb. Plus dikasih complimentary bakpau isi duren yang ternyata enak juga.
 
 
Roti Comel
Jl. Raya Pasar Minggu No.29B (samping 7 Eleven Pancoran)
Pancoran, Jakarta Selatan
Jam buka: 17:30 – 02:00
https://www.instagram.com/roticomel/

Roti Comel Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Pecel Pincuk Kalibata

21 Jun

Pecel Pincuk

Daerah seberang Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, dari dulu menjadi pusat jajanan yang cukup ramai. Sejak pagi sampai tengah malam, aneka tukang makanan berkumpul di sana. Area tengah di pagi & siang hari ditempati oleh gerobak makanan, malamnya oleh warung tenda. Ada juga beberapa warung makan permanen yang posisinya agak ke belakang menempel di pagar tembok yang mengelilingi area. Pecel Pincuk menempati salah satu kios permanen ini.

Sayurannya ada toge, daun pepaya, daun singkong, kacang panjang, daun kemangi, dan lamtoro (petai cina). Habis disiram sambel kacang, ditaburi serundeng dan peyek kacang tanah. Selain sambal pecel ala Madiun, warung ini juga menyediakan sambal tumpang khas Kediri, daerah asal pemiliknya. Untuk pecelnya cukup enak, apalagi ditemani aneka lauk seperti tahu/tempe bacem, gorengan, empal, telor puyuh, ati-ampela, juga bothok. Buat yang ngga terlalu suka pecel, ada pilihan menu rawon, pepes, garang asem, dan ayam goreng/bakar.

 

Pecel Pincuk Kalibata
Pusat Jajanan TMP Kalibata
Jl. Raya Kalibata, Jakarta Selatan

Pecel Pincuk Kalibata Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Nasi Bebek Sinjay (Madura)

3 May

Nasi Bebek Sinjay

Sejak jaman Jembatan Suramadu baru dibuka, banyak warga Surabaya maupun luar kota yang rela menyeberang jembatan, khusus untuk makan di Sinjay. Itu tahun 2009 lho, dan popularitasnya masih bertahan sampai sekarang. Warung Nasi Bebek Sinjay selalu ramai, antrinya pun selalu panjang mengular. Namun sistemnya cukup bagus, setiap pelanggan yang datang bisa langsung ke kasir untuk memesan, dan mendapat nomor antrian. Tinggal menunggu di dekat tempat mengambil makanan sampai nomor kita dipanggil, lalu bebek lezat siap disantap. Penuh dan umpel-umpelan sih, tapi antriannya teratur dan ngga akan diserobot.

Bebeknya memang patut ditunggu. Berukuran sedang dan ngga kurus kering, digoreng garing tapi masih terasa tekstur bebeknya. Bumbunya meresap sampai ke dalam, ditambah serundeng berbumbu yang ditabur di atas nasi. Yang ngga kalah dahsyatnya adalah sambel pencit dari mangga muda. Rasanya pedes dan asem, meledak di mulut, hehehehe.

Menurut informasi di box pembungkus, Nasi Bebek Sinjay punya beberapa cabang di Surabaya dan sekitarnya, kayak Pasuruan dan Malang (harus dicek lagi, masih buka apa engga). Saya pernah dengar ada cabang di pinggiran Jakarta sih, padahal ngga ada alamatnya di box Sinjay. Pas googling yang cabang Jakarta itu, kok di bawah logo Bebek Sinjay ada nama orang. Mungkin itu kerabat/mantan koki yang memutuskan untuk buka cabang sendiri, hehehehe.

 

Nasi Bebek Sinjay
Jl. Raya ketengan 45 Burneh,
Bangkalan, Madura

H. Kadir Sup Tulang (Singapore)

11 Aug

Sup Tulang

Saya kurang tertarik waktu pertama kali denger namanya. Bayangan saya, ini mah kayak sup kaki kambing, di Jakarta juga banyak dan (pastinya lebih) enak. Setelah googling dan liat gambarnya, ternyata beda hahahaha. Lalu pada suatu malam, saya naik bis ke Golden Mile Food Centre, ngga jauh dari Bugis (tapi gempor kalau jalan kaki).

Sup Tulang berwarna merah ini pertama kali dibuat oleh Abdul Kadir pada tahun 1950-an, lalu disempurnakan oleh anaknya, M. Baharudeen. Terbuat dari tulang kambing yang berisi sumsum, lalu dimasak berjam-jam dengan aneka bumbu, serta cabe dan tomat. Hasilnya adalah sup dengan rasa yang unik, spicy, pedas dan sedikit asam.

Kalau ke sini mending jangan pakai baju bagus/warna putih, soalnya kuah merahnya ngga santai. Ngga cocok juga buat kencan pertama, karena mengubah warna bibir jadi kayak habis makan bayi. Sesudah makan pun pas saya cuci tangan dan mulut, masih ada sisa warna merah bersisa. Entah pakai apa untuk pewarnanya, hahaha. Tapi buat saya ini highly recommended, dengan senang hati akan ke sini lagi kalau ada kesempatan.

 

Haji Kadir & M Baharudeen
#B1-13-15, Golden Mile Food Centre
505 Beach Road, Singapore
Opening Hours: 12.30PM – 1.30AM
Closed alternate Wednesdays

Bali Nasi Lemak (Singapore)

28 Jul

Bali Nasi Lemak

Daerah Geylang selain dikenal sebagai red district, juga terkenal dengan kekayaan kulinernya. Tapi, selama ini yang saya dengar kebanyakan rekomendasi makanan non-halal seperti bubur kodok, hokkien mee, char kway teow, dsb. Ada juga sih restoran seafood dan crab bee hoon yang terkenal, tapi harganya ngga dompet-friendly. Kalau mau makanan halal dan murah, biasanya orang akan ke daerah Geylang Serai, yang memang permukiman Muslim.

Bali Nasi Lemak bisa jadi alternatif makanan halal di Geylang. Saya suka nasi lemaknya yang wangi dan terasa santannya. Agak mirip nasi uduk, ngga kayak kebanyakan nasi lemak di KL & Sg. Makannya dialasi daun pisang, jadi menambah aromanya. Lauknya pun cukup beragam, mulai dari aneka sayur dan tumis, sampai kering teri, telur, dan ayam goreng. Kayak masakan Indonesia ya, hehehehe. Harganya lumayan terjangkau untuk standar Sg, sekitar S$5/porsi.

Pemilik Bali Nasi Lemak sendiri ternyata bukan orang Indonesia/Melayu, tapi keturunan Chinese. Keluarga beliau kakak-beradik punya beberapa kios nasi lemak di Sg, mirip keluarga besar Siem pelopor loenpia Semarang. Oh iya, Bali Nasi Lemak buka malam hari sampai menjelang subuh. Lokasinya cukup jauh dari MRT Station, jadi jauh lebih nyaman naik bis (atau taksi jika mampu).

 

Bali Nasi Lemak
No.2 Geylang Lorong 15, Singapore
Open daily from 5.30pm till 4am
Close on alternate Sundays
http://www.bali-nasilemak.com/

%d bloggers like this: